Petani di Jombang Diimbau Waspada Serangan Hama Kresek
- 02 Feb 2026 17:52 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Petani padi di Kabupaten Jombang diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan penyakit hama kresek yang mulai muncul pada awal musim tanam 2026.
Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Plandaan, Yus Ardi Baskoro, mengatakan hasil pemantauan lapangan menunjukkan adanya peningkatan kasus serangan hama kresek.
“Dari pengecekan di lapangan, gejala penyakit sudah terlihat di beberapa area, terutama pada tanaman yang menggunakan varietas galur yang relatif lebih rentan,” ujarnya, Senin, 2 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pada Musim Tanam Padi (MP1) 2026, luas tanam padi di Kecamatan Plandaan mencapai 2.174,73 hektare. Sebagian besar lahan tersebut ditanami benih galur yang belum memiliki sertifikasi resmi.
“Benih jenis ini memang banyak digunakan, namun tingkat ketahanannya terhadap bakteri penyebab kresek cenderung lebih rendah,” katanya.
Menurutnya, serangan kresek menjadi ancaman serius ketika sudah menyerang daun bendera, “Daun bendera berperan penting dalam proses pengisian bulir. Jika fungsinya terganggu, hasil panen dapat menurun secara signifikan,” jelasnya.
Selain penyakit kresek, petani di Plandaan masih menghadapi gangguan hama tikus. Dari sisi produksi, sawah beririgasi teknis rata-rata mampu menghasilkan 7–8 ton gabah per hektare, sementara lahan tadah hujan berkisar 6,5–7 ton per hektare.
“Petani diharapkan segera berkoordinasi dengan penyuluh apabila menemukan gejala serupa, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tidak meluas,” pungkas Yus Ardi.
Untuk menekan penyebaran penyakit, pihak penyuluh menyarankan petani menggunakan benih bersertifikat sesuai rekomendasi wilayah serta melakukan penyemprotan fungisida secara intensif pada tanaman yang terindikasi terserang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....