Anis Liem, Sosok Suara Persik Kediri

  • 01 Feb 2026 17:55 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Menjadi seorang stadium announcer di tengah dominasi laki-laki dalam dunia sepak bola merupakan tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi Anis Liem. Berawal dari latar belakang sebagai penyiar radio dan Master of Ceremony (MC) sejak 2016, ia mulai merintis karier di Stadion Brawijaya pada tahun 2021 melalui proses regenerasi manajemen Persik Kediri.

Meski sempat menjadi pendukung Persib Bandung saat masa sekolah, kini ia sepenuhnya mendedikasikan suaranya untuk mendukung kejayaan Persik Kediri di lapangan hijau. “Berawal dari MC di event event, terus dari manajemen Persik Kediri pengen ada regenerasi, Alhamdulillah aku yg diover saat itu. Awalnya dicoba-coba sih tpi akhirnya cocok sampai sekarang,” ucapnya dalam dialog di RRI, Minggu, 01 Februari 2026.

Tugas seorang stadium announcer ternyata jauh lebih kompleks daripada sekadar membacakan susunan pemain. Anis menjelaskan bahwa profesi ini terikat pada regulasi ketat pertandingan yang tidak memperbolehkan kesalahan penyebutan nama, nomor punggung, hingga adanya larangan improvisasi yang berlebihan. 

Persiapannya pun dimulai dua jam sebelum laga, mencakup riset mandiri nama pemain asing agar tidak salah ucap, hingga menjaga kondisi fisik dengan vitamin dan tidur yang cukup. “Dulu pas awal-awal jadi stadium announcer ya banyak salahnya banyak teguran, tapi saya belajar dari situ. Semakin kesini sudah mulai terbiasa dalam mempersiapkan pertandingan,” katanya.

Dinamika di lapangan menuntut Anis untuk tetap tenang dan profesional, terutama saat menghadapi situasi krisis atau kericuhan. Ia bertugas memberikan imbauan ketertiban seperti larangan membawa rokok, benda tajam, hingga flare guna menjaga suasana kondusif. 

Mempertahankan energi suporter saat tim tertinggal diakuinya sebagai tantangan berat, di mana ia harus mampu menempatkan diri sebagai pengatur suasana yang tetap menyemangati namun tetap mematuhi aturan pertandingan. Sebagai satu dari sedikit perempuan yang menjalani profesi ini di Indonesia, Anis terus berupaya meng-upgrade kemampuan public speaking dan vokalnya agar tetap jelas dan bertenaga. 

Ia mengaku bangga bisa membawa nama Kediri, tempat asal orang tuanya, serta menikmati privilege bertemu berbagai pemain klub besar. “Momen paling emosional bagiku adalah saat Persik bertemu Persib, di mana loyalitasku sering dipertanyakan, namun saya tetap teguh profesional membela tim Macan Putih,” ucapnya ketika ditanya tentang momen paling diingatnya.

Anis Liem menyatakan bahwa Persik Kediri adalah segalanya bagi perjalanan karier dan identitasnya saat ini. Baginya, identitas sebagai pengumuman resmi stadion telah melekat erat sebagai bagian dari keluarga besar manajemen klub. Melalui dedikasinya, ia berharap peran perempuan di industri sepak bola semakin diakui dan mampu memberikan warna baru dalam kemeriahan atmosfer stadion di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....