Hasyim Asy'ari, Si Pengelana Ilmu Pendiri NU

  • 31 Jan 2026 19:27 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri- Nahdatul Ulama (NU) sebagai organisasi islam terbesar di Indonesia memiliki sosok pendiri yang sangat karismatik. K.H Hasyim Asy'ari, salah satunya. Pada momentum peringatan harlah satu abad (100 tahun) NU hari ini, 31 Januari, penting kiranya untuk melihat kembali perrjalanan sosok yang memiliki peran sentral dalam perkembangan islam di Indonesia tersebut. Ia bahkan dijuluki sebagai si pengelana ilmu.

K.H. Hasyim Asy'ari adalah pemuka agama yang sangat haus akan ilmu pengetahuan, terutama seputar keagamaan di lingkungan pesantren. Ia juga tidak segan menyebarluaskan keilmuannya tersebut kepada masyarakat di penjuru Jawa Timur. Mengutip dari laman resmi NU, K.H. Hasyim Asy’ari merupakan putra ketiga dari sebelas bersaudara dengan ayah bernama Kiai Asy’ari dan ibu bernama Nyai Halimah. Kiai Asy’ari adalah menantu Kiai Utsman yang merupakan pengasuh pesantren Gedang.

Dalam silsilah keluarganya, K.H. Hasyim Asy’ari masih bersambung hingga Imam Ja’far Shadiq bin Muhammad Al-Baqir. Sementara dari jalur Nyai Halimah, K.H. Hasyim Asy’ari bersambung kepada Raja Brawijaya VI yang masih berelasi dengan Jaka Tingkir. K.H Hasyim Asy'ari adalah sosok rendah hati, disegani banyak orang atas ilmunya, dan santun kepada sesama.

Ia menempuh pendidikan di berbagai pondok pesantren di Jawadwipa dan berguru kepada Syekh Ahmad Khatib Minangkabawi, Syekh Al-Allamah Abdul Hamid Al-Darustani, Syekh Muhammad Syuaib Al-Maghribi, dan lainnya. Ilmu ketauhidan atau ilmu mengesakan ajaran Allah SWT sebagai fokus utama K.H. Hasyim Asy’ari dalam menyiarkan agama Islam.

Pandangan K.H. Hasyim Asy’ari mengenai tujuan pendidikan adalah menjadikan individu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT guna memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Ia juga membagi konsep pendidikan dalam tiga dimensi, yakni dimensi keilmuan dari keagamaan dan pengetahuan umum, dimensi pengamalan untuk mengaktualisasikan ilmu, dan dimensi religius dengan menyandarkan segala urusan dalam mencari Ridha Allah SWT.

K.H. Hasyim Asy'ari, merupakan kakek dari Presiden ke 4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ia wafat di Jombang dalam usia 76 tahun, yakni, pada 21 Juli 1947 M atau 3 Ramadhan 1366 H. Sosok muassis (pendiri) NU ini kemudian dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....