TPS3R Pucangsimo Siap Beroperasi Februari 2026
- 31 Jan 2026 16:58 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Desa Pucangsimo, Kabupaten Jombang, dipastikan siap dioperasikan mulai Februari 2026. Kehadiran TPS3R tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperbaiki tata kelola sampah desa sekaligus menekan volume sampah yang selama ini berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).
TPS3R Pucangsimo merupakan bantuan hibah pemerintah pusat yang pembangunannya telah rampung pada akhir 2025. Pengelolaan fasilitas ini nantinya akan diserahkan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dengan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Pucangsimo serta pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang.
Kepala Desa Pucangsimo, Muhammad Sony, menjelaskan bahwa pembangunan TPS3R bertujuan untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah sekaligus mendorong pengelolaan sampah dari tingkat desa. “Ini adalah bantuan hibah dari pusat. Tujuannya agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan sampah tidak menumpuk di TPA, karena bisa diminimalisir melalui TPS3R,” ujarnya, Sabtu, 31 Januari 2026.
Ia menambahkan, operasional TPS3R direncanakan dimulai pada Februari 2026, diawali dengan sosialisasi dan rapat bersama masyarakat. “Insyaallah mulai Februari kami beroperasi. Masyarakat yang tidak memiliki lahan pembuangan sampah bisa berlangganan melalui KSM TPS3R Desa Pucangsimo,” katanya.
Terkait skema layanan, Pemerintah Desa menetapkan iuran bulanan yang dinilai masih terjangkau. “Rencananya sebesar Rp17.500 per bulan, dengan rincian Rp15.000 untuk operasional pengelola dan Rp2.500 untuk biaya kontainer pengangkutan sampah residu yang tidak bisa dipilah di TPS3R,” ujar Sony.
Sementara itu, Sekretaris DLH Kabupaten Jombang, Amin Kurniawan, menegaskan bahwa keberadaan TPS3R menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan capaian pengurangan dan penanganan sampah. Ia menyebut sekitar 60 persen sampah rumah tangga merupakan sampah organik, namun kesadaran masyarakat dalam memilah sampah masih perlu ditingkatkan.
“Ini merupakan komitmen Abah Bupati dan pemerintah daerah untuk mengejar persentase pelayanan penanganan dan pengurangan sampah di Jombang. Edukasi penyelesaian sampah sejak dari sumbernya sangat mungkin dilakukan oleh masyarakat,” ujar Amin.
Ia juga menyampaikan bahwa sepanjang 2025, DLH Jombang telah menyelesaikan pembangunan TPS3R di empat desa, yakni Pucangsimo, Cukir, Tanjunggunung, dan Kebon. “Pada tahun ini, kami menambah satu lokasi lagi di Desa Purisemanding,” katanya.
Menurut Amin, sampah organik dapat dikelola melalui berbagai metode seperti komposting, lubang biopori, atau pakan ternak, sementara sampah anorganik diarahkan ke pengelolaan bank sampah. “Tujuan utama TPS3R adalah mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPA sekaligus mengubah sampah menjadi barang bernilai ekonomis,” katanya.
Dengan segera beroperasinya TPS3R Pucangsimo, pemerintah berharap pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan lebih optimal, menciptakan lingkungan desa yang bersih dan sehat, serta mencegah potensi darurat sampah di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....