Kenali Deteksi Dini Cegah Child Grooming
- 26 Jan 2026 12:35 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Pemerintah melalui KemenPPPA bersama Komnas Perempuan menekankan pentingnya orang tua mengenali tahapan child grooming sebagai langkah perlindungan utama bagi anak di dunia digital. Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Dwi Jalu Atmanto, menjelaskan bahwa deteksi dini dimulai dengan mewaspadai orang asing yang memberikan perhatian berlebih atau hadiah di media sosial untuk membangun kepercayaan.
Sepakat dengan hal itu, Andy Yentriyani, Ketua Komnas Perempuan periode 2020-2025, menambahkan bahwa perubahan perilaku anak merupakan sinyal penting yang tidak boleh diabaikan oleh lingkungan terdekat. Anak yang cenderung tertutup mengenai aktivitas gawainya atau mendadak menjauh dari lingkungan sosial bisa menjadi indikasi adanya tekanan emosional akibat manipulasi pelaku. Menurut Andy, perempuan sering kali terjebak dalam perangkap ini karena adanya ketimpangan relasi kuasa yang membuat mereka sulit untuk menolak atau melapor.
Dalam upaya mitigasi, orang tua diminta untuk meningkatkan literasi digital keluarga guna menciptakan batasan privasi yang jelas bagi anak saat berselancar di internet. Literasi ini mencakup pemahaman agar anak tidak sembarangan mengirimkan foto atau video pribadi kepada siapa pun di dunia maya.
"Ciptakanlah ruang komunikasi yang aman dan terbuka di rumah agar anak merasa nyaman untuk bercerita jika mengalami kejanggalan dalam komunikasinya dengan orang lain," katanya.
Sisi penegakan hukum juga menjadi bagian dari deteksi dini, di mana masyarakat diimbau untuk tidak ragu menggunakan kanal pengaduan resmi jika menemukan tanda-tanda mencurigakan. KemenPPPA menjamin kerahasiaan identitas serta memberikan pendampingan psikologis bagi korban agar trauma yang dialami tidak berdampak jangka panjang.
Dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan sangat menentukan kecepatan penanganan kasus sebelum berlanjut pada kekerasan fisik yang lebih parah. Andy menekankan tindakan utama pencegahan adalah sinergi antara regulasi pemerintah dan kewaspadaan aktif dari masyarakat.
Harapannya, dengan deteksi dini yang tepat, ruang digital dapat kembali menjadi tempat yang aman bagi tumbuh kembang anak tanpa bayang-bayang predator. "Keamanan anak adalah tanggung jawab bersam, jangan biarkan mereka berjuang sendiri melawan manipulasi yang tersembunyi di balik layar gawai," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....