Relawan PMI Kediri Bersihkan Lumpur SD Satak
- 25 Jan 2026 09:02 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Surabaya – Bersama dengan Pemerintah desa setempat, Babinsa dan para guru, Relawan PMI Kabupaten Kediri membantu membersihkan lumpur luapan kanal air di SDN Satak 1, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Sabtu, 24 Januari 2026. Luapan lumpur dari saluran air yang ada di depan SDN Satak 1 terjadi pada hari Jumat malam, 23 Januari 2026 saat intensitas hujan tinggi.
Relawan PMI Kabupaten Kediri, Moch. Lukman Hafit menjelaskan pembersihan lumpur di halaman SDN Satak 1 juga dibantu oleh masyarakat desa setempat. Selain itu juga didukung personil dari Karyawan PTPN (PT Perkebunan Nusantara) dengan bantuan alat berat, serta relawan PMR Wira dari SMAN 1 Puncu.
“Karena intensitas hujan yang tinggi sehingga kanal air yang di depan SD tidak bisa menampung akibatnya terjadi luapan lumpur masuk ke halaman sekolah. Alhamdulillah tidak ada dampak kerusakan, hanya lumpur saja setebal 30 cm dan sudah dibersihkan,” ujarnya.
Ia menambahkan pembersihan lumpur di halaman SDN Satak 1, Kecamatan Puncu melibatkan sekitar 100 orang lebih. “Informasi dari sekolah kejadian luapan lumpur baru terjadi kali ini, pengaruh hujan yang sangat deras,” katanya.
Letak SDN Satak 1 berada di Desa satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri berdekatan dengan kawasan perkebunan tanaman karet. “Lumpur setebal 30 cm telah dibersihkan semua dengan bantuan alat berat dari PTPN, serta dibantu masyarakat bahu membahu membersihkan lumpur yang ada di sekolah,” ucap Lukman.
Sebagai Relawan PMI Kabupaten Kediri yang pernah bertugas membantu bencana banjir bandang di Aceh, dirinya mengimbau masyarakat agar selalu waspada ketika musim penghujan. “Kita bisa melihat perkembangan informasi cuaca, terutama cuaca ekstrem melalui BMKG, baik di medsos atau lainnya,” ujarnya.
Saat musim penghujan atau angina kencang juga perlu diwaspadai adanya kecelakaan akibat pohon tumbang. “Jika hujan lebat perlu diwaspadai jangan berteduh di daerah yang banyak pepohonan, karena bisa terjadi pohon tumbang atau ranting patah, sehingga masyarakat bisa mencari lokasi berteduh yang aman,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....