Investasi Emas? Begini Cara Bedakan Asli atau Palsu

  • 24 Jan 2026 21:11 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri- Harga emas saat ini sedang naik daun. Bagaimana tidak? Angkanya sudah menyentuh 3 juta untuk pembelian 1 gram emas. Alhasil ini menjadi investasi yang menggiurkan karena semakin hari harga emas semakin mahal.

Masyarakat juga mulai beranggapan bahwa investasi emas untuk masa depan sangat menjanjikan. Namun sebelum memilih investasi emas, ketahui dulu mana emas asli dan emas palsu, supaya investasi anda tidak merugikan dikemudian hari.

Meski sekilas cukup sulit membedakan emas asli dengan tiruan atau palsu, anda harus berhati-hati. Pasalnya emas palsu diberikan pewarna yang mirip dengan yang asli. Namun, jika dilakukan pengamatan lebih seksama akan dapat dibedakan cirinya.

Dikutip dari laman Logam Mulia, emas asli atau murni memiliki cap khusus yang menunjukkan kadar kemurniannya. Selain itu, emas keluaran lembaga tertentu misalnya Emas ANTAM LM, maka dapat dilihat logo perusahaan PT. ANTAM Tbk beserta kadar kemurniannya pada bagian permukaan emas.

Emas asli juga memiliki warna yang stabil dan tidak mudah berubah meskipun digunakan dalam jangka waktu lama. Teksturnya pun lebih halus dan tidak tampak belang jika digosok. Untuk emas batangan bersertifikat, terdapat nomor seri yang tercetak rapi serta kemasan khusus yang tidak mudah dipalsukan.

Sementara emas palsu, hampir dapat dipastikan tidak memiliki cap khusus di permukaannya. Namun, bisa saja terdapat cap tiruan sehingga pembeli tetap terkecoh. Emas palsu biasanya memiliki berat jenis lebih rendah, warna tidak stabil, dan dapat meninggalkan noda pada kulit. Beberapa logam campuran bahkan mudah memudar ketika tergores.

Berikut cara membedakan emas asli atau palsu :

1. Tes Fisik (Berat, Warna, dan Cap)

Berat jenis emas asli lebih tinggi dibanding air, meski bobotnya cukup ringan. Caranya dengan menjatuhkan emas ke dalam air. Emas asli akan tenggelam saat dijatuhkan.

Pengecekan juga dapat dilakukan dengan mengamati warna emas. Emas asli bersifat anti korosif sehingga warnanya awet hingga waktu yang lama. Selain itu, adanya cap khusus akan muncul pada emas asli berupa logo lembaga produsennya dan tanda kemurniannya.

2. Tes Magnet

Emas adalah logam nonmagnetik atau tidak bereaksi ketika didekatkan pada medan magnet.

3. Tes Suara dan Pantulan

Tes ini dapat dilakukan dengan menjatuhkan emas ke lantai. Emas asli akan bersuara seperti dentingan halus dan panjang. Sementara, emas palsu akan teredam dan cepat tergeletak di lantai.

4. Tes Gigit

Emas murni memiliki sifat lunak yang artinya mudah berubah bentuk. Tes gigit dapat dilakukan pada bagian kecil emas. Akan muncul bekas gigitan pada bagian tersebut jika emas merupakan emas murni alias asli.

5. Tes Asam Nitrat

Asam nitrat (HNO3) adalah jenis asam digunakan dalam uji deteksi keaslian produk emas. Emas asli tidak akan bereaksi terhadap asam nitrat, sedangkan emas palsu akan berubah warna atau terkorosi.

6. Tes ECM

Alat uji ECM akan mengirimkan sinyal listrik berfrekuensi tinggi dan mengukur seberapa baik material tersebut mampu menghantarkan listrik. Hasil pengukuran lantas dibandingkan dengan database nilai konduktivitas standar untuk emas murni dan paduan emas tertentu.

7. Tes Ultrasonik

Metode ini bersifat non destruktif yang dapat mendeteksi adanya logam sisipan, ketidakseragaman, dan rongga di dalam suatu komponen emas. Alat ini akan memancarkan gelombang ultrasonik pada objek emas yang mampu mengenali anomali jika pancaran gelombang balik tidak sesuai dengan frekuensi pancaran gelombang emas.

8. Uji Spektrometer XRF (Metode Paling Akurat)

XRF mampu membaca komposisi logam secara akurat hingga detail persentase. Alat ini akan memancarkan sinar-X berenergi tinggi ke permukaan sampel emas. Metode ini lebih cepat, aman, dan tidak merusak, sehingga banyak digunakan oleh profesional.

Selain tes uji keaslian emas di atas, anda harus memastikan beberapa hal sebelum memutuskan untuk membeli emas sebagai barang investasi. Salah satunya adalah dengan memperhatikan faktor kredibilitas penjual atau toko yang menjual produk tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....