Global English Pare Segera Buka Beasiswa 2026
- 23 Jan 2026 16:16 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Lembaga pendidikan Global English Pare akan membuka program beasiswa tahun 2026 yang menyasar penguatan kemampuan bahasa Inggris dan pengembangan sumber daya manusia, sebagai bagian dari kontribusi di sektor pendidikan Indonesia.
Pendaftaran beasiswa ini mulai dibuka pada Senin, 26 Januari 2026. Co-Founder Global English Pare, Agus Tri Winarso, mengatakan tahun ini pihaknya menyediakan tiga kategori beasiswa.
“Kami menawarkan tiga jalur beasiswa, yakni Scholarship Camp, Teaching Clinic, dan Beasiswa Santri, dengan tujuan akhir yang jelas sesuai kebutuhan peserta,” ujarnya saat ditemui RRI, Jumat, 23 Januari 2026.
Beasiswa Scholarship Camp dirancang selama empat bulan dengan fokus persiapan studi ke luar negeri. Peserta mendapatkan pembelajaran IELTS, pendampingan penulisan esai beasiswa, Letter of Acceptance (LoA), hingga strategi memilih universitas tujuan.
“Target kami, penerima Scholarship Camp benar-benar siap kuliah di luar negeri. Tidak ada biaya belajar, tidak ada masa pengabdian, dan peserta tetap mendapatkan akses belajar bahasa Inggris seumur hidup,” jelas Agus.
Sementara itu, Teaching Clinic berlangsung selama sepuluh bulan dengan tujuan mencetak pengajar bahasa Inggris. Program ini mencakup pembelajaran bahasa Inggris intensif, pelatihan public speaking, kewirausahaan, kepemimpinan, serta persiapan TOEFL, lengkap dengan fasilitas tempat tinggal.
“Untuk Teaching Clinic, kami pastikan lulusannya seratus persen mampu mengajar bahasa Inggris. Setelah lulus, mereka bebas memilih jalan, bisa mendirikan lembaga sendiri atau mengajar di mana pun tanpa ikatan,” katanya.
Kategori ketiga adalah Beasiswa Santri yang diperuntukkan khusus bagi santri yang mengikuti jalur Teaching Clinic. Fasilitas dan kurikulumnya serupa, dengan kuota khusus bagi santri.
Agus menjelaskan, seleksi peserta dilakukan berjenjang, dimulai dari tahapan administrasi yang dapat diakses melalui laman resmi Global English Pare, dilanjutkan tes kemampuan akademik dan tes dasar bahasa Inggris, “Khusus Scholarship Camp, peserta wajib memiliki skor TOEFL, baik yang official maupun non-official,” tegasnya.
Menurut Agus, antusiasme peserta pada tahun-tahun sebelumnya terbilang tinggi. Pada angkatan ke-26 tahun 2025, pendaftar Teaching Clinic mencapai sekitar 400 orang, Scholarship Camp hampir 200 orang, dan jalur santri lebih dari 100 orang.
“Namun yang lolos tetap kami sesuaikan dengan kriteria. Rata-rata Teaching Clinic hanya 25 sampai 35 orang, Scholarship Camp sekitar 8 sampai 18 orang, dan beasiswa santri sekitar 10 orang,” ungkap Agus.
Lebih jauh, Agus menilai program beasiswa ini sebagai bagian dari kontribusi dunia pendidikan dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
“Kami bergerak di dunia pendidikan, dan salah satu kunci menuju Indonesia Emas 2045 ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama keterampilan dan penguasaan bahasa,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....