UMKM Inklusif, Disabilitas Berdaya dan Berkarya
- 18 Jan 2026 00:20 WIB
- Kediri
RRI CO.ID, Kediri - Disabilitas Kediri Tangguh (DIKTA) benar benar merangkul UMKM disabilitas untuk dapat lebih dipercaya dan bersaing dengan produk lainnya. Kehadiran DIKTA di tengah masyarakat menjadikan UMKM yang ada di kota Kediri lebih inklusif dan berdaya saing untuk menghasilkan karya yang tidak kalah bagusnya dengan produk pada umumnya.
Bagi Disabilitas di Kota Kediri, kata berdaya memiliki arti yang sangat luar biasa bagi mereka. Berdaya merupakan sebuah keinginan kaum disabilitas untuk disetarakan dengan lainnya karena hasil karya yang sudah dibuat tidak kalah dengan karya lainnya.
Bendahara DIKTA (Disabilitas Kediri Tangguh) Septa Widiastutik menjelaskan, dalam merintis usahanya tidak semulus apa yang dibayangkan, banyak tantangan yang dihadapi ditambah keterbatasan yang dimiliki. “Tantangan kami adalah dalam hal pemasaran. Biasanya yang membeli barang produk dari kami biasanya hanya karena rasa kasihan saja. Sebenarnya kami tidak ingin dikasihani, tapi kami sebenarnya butuh diberi kepercayaan. Bahwa kami juga bisa memproduksi barang yang sesuai dengan keinginan pembeli,“ tutur Widia sapaan akrabnya, dalam program Ruang Publik (Ruang Disabilitas) dialog interaktif di RRI Kediri, Sabtu, 17 Januari 2026.
Dalam membuat suatu karya, kata Widia, disabilitas memiliki keunikan tersendiri dibanding dengan produk lainnya. “Jadi karya kami sebenarnya memiliki keunikan. Keunikan tersebut adalah keterbatasan kami. Keterbatasan yang ternyata mampu membuat hasil karya yang luar biasa dibanding mereka yang terlahir sempurna namun tidak dapat membuat karya apa-apa,“ ucapnya.
Widia menjelaskan, berbagai macam produk telah dihasilkan UMKM disabilitas yang tergabung dalam Disabilitas Kediri Tangguh (DIKTA). “Beragam hasil karya dari teman-teman disabilitas ini ya, mulai dari kaos, kerajinan bambu, ukiran kayu, minuman jamu tradisional, kue kering, handcraft rajut,“ katanya.
Dalam proses mengembangkan usaha yang dirintis, lika-liku dunia usaha pun dirasakan. Mereka mencoba untuk saling merangkul dan menguatkan untuk menjadi yang lebih baik. “Kita mencoba merangkul teman-teman yang sedang kesusahan, dengan cara mengoreksi bersama. Apa penyebab mereka gagal dalam usahanya, mungkin kurang menariknya kemasan, rasanya kurang pas. Kita akan membantu bagaimana kedepan produknya bisa diminati konsumen,“ ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....