Siaga Cuaca Ekstrem Pemkab Kediri Gelar Apel Kebencanaan
- 12 Nov 2025 06:26 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Siaga menghadapi cuaca ekstrem Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar apel kesiapsiagaan dan gelar peralatan penanggulangan bencana hidrometeorologi di lapangan belakang Kantor Pemkab Kediri, Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini digelar sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem serta berbagai bencana yang mungkin terjadi di wilayah Kabupaten Kediri.
Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, sebagai pemimpin apel menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bencana harus menjadi kesadaran kolektif dan komitmen bersama seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. “Apel ini merupakan momentum untuk memperkuat koordinasi, mempercepat respons, serta memastikan perlindungan bagi masyarakat, kesiapsiagaan harus menjadi budaya dalam penanggulangan bencana,” ujarnya
Ia menjelaskan, karakteristik geografis, topografis, dan demografis Kabupaten Kediri memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi. Berdasarkan data BPBD hingga Oktober 2025, tercatat lebih dari 60 kejadian bencana di Kabupaten Kediri dengan jenis bencana yang sering terjadi meliputi banjir, tanah longsor, angin puting beliung, cuaca ekstrem, serta kebakaran hutan dan lahan.
Mewakili Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, Mbak Dewi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang senantiasa siap siaga dalam melaksanakan tugas penanggulangan bencana. Khususnya BPBD Kabupaten Kediri, TNI, Polri, OPD terkait, relawan, serta Tim Siaga Bencana Desa.
Ia menegaskan pentingnya memperkuat kesiapsiagaan melalui peningkatan kemampuan deteksi dan peringatan dini. Selain itu juga dibutuhkan kesiapan personel dan peralatan, optimalisasi jalur evakuasi dan penyaluran bantuan, serta penguatan komunikasi publik yang cepat dan tepat.
“Bencana bukan hanya ujian alam, tetapi juga ujian kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam melindungi masyarakat. Pemerintah berkomitmen memastikan setiap warga merasa aman dan terlindungi,” tegasnya.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, menyampaikan bahwa wilayah rawan banjir berada di Kecamatan Banyakan, Tarokan, Grogol, Plosoklaten, Sepawon, Wonorejo, dan Trisulo. Adapun wilayah rawan longsor terdapat di Kecamatan Mojo, Semen, dan Kandangan.
“BPBD Kabupaten Kediri memiliki Tim Pusdalops Unit Reaksi Cepat (URC) yang siaga 24 jam dengan 15 personel. Serta didukung Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) di setiap desa rawan bencana dengan sekitar 50 personel,” katanya.
Apel kesiapsiagaan ini diikuti oleh jajaran kepala OPD, camat, unsur TNI, Polresta dan Polres Kediri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Tagana, Perhutani, Tim Siaga Bencana Desa, serta berbagai unsur relawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....