Hari Pahlawan, Ribuan Peziarah Padati Makam Gus Dur

  • 10 Nov 2025 18:20 WIB
  •  Kediri

KBRN, Jombang: Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025, ribuan peziarah memadati kompleks makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Senin (10/11/2025).

Para peziarah datang silih berganti sejak pagi hari untuk berdoa dan mengenang sosok yang dikenal sebagai Bapak Pluralisme itu. Rombongan peziarah tampak datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga luar Pulau Jawa.

Haryono, peziarah asal Sumenep, mengaku sengaja datang bersama rombongan keluarganya untuk mendoakan Gus Dur di momentum hari pahlawan ini.

“Kami ingin menghormati perjuangan Gus Dur. Beliau bukan hanya pemimpin bangsa, tetapi juga guru spiritual yang ajarannya tetap hidup sampai sekarang,” ujarnya.

Peziarah memadati makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang (Foto : RRI/Kusuma)

Hal senada turut disampaikan oleh Desy Ratnawati, peziarah asal Nganjuk, yang mengatakan bahwa setiap tahun dirinya memang rutin membawa murid-muridnya berziarah ke makam Gus Dur untuk mengenalkan sosok tokoh bangsa tersebut.

“Saya ingin anak-anak belajar langsung dari keteladanan Gus Dur. Dengan gelar Pahlawan Nasional yang juga baru disematkan oleh Bapak Presiden Prabowo pada hari ini, mereka bisa lebih memahami arti toleransi dan kemanusiaan yang beliau perjuangkan,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada istri almarhum, Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Dalam Keppres tersebut disebutkan, penghargaan diberikan atas jasa luar biasa Gus Dur dalam memperjuangkan persatuan bangsa, demokrasi, serta pengembangan pendidikan Islam. Selain Gus Dur, pemerintah juga menetapkan sembilan tokoh lain sebagai Pahlawan Nasional, di antaranya Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto, Marsinah, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, dan Syaikhona Muhammad Kholil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....