Museum Tulungagung Pamerkan Koleksi Prasejarah Homo Sapiens Wajakensis

  • 31 Agt 2025 17:52 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Museum daerah KabupatenTulungagung memamerkan koleksi Prasejarah berupa replika tengkorak manusia purba Homo Sapiens Wajakensis pada acara Exhibition Museum 2025 yang digelar Pemkot Kota Kediri. Hal itu disampaiakan Dwiki Andaru Kresna petugas Museum daerah dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Minggu (31/8/2025).

“Tema yang kami usung dalam pemeran kali ini ‘Tulungagung Melintas Masa’ karena ada koleksi prasejarah yaitu replika tengkorak dari Homo Sapiens Wajakensis. Itu adalah manusia purba yang paling muda diantara kakak-kakaknya seperti Pithecanthropus Erectus dan Meganthropus Paleojavanicus,” ujarnya.

Ia menambahkan manusia purba Homo Sapiens Wajakensis pada masanya sudah dapat berjalan menggunakan dua kaki, memiliki volume otak yang lebih besar dari kakak-kakanya dan sedikti dibawah manusia modern saat ini. “Homo Sapiens Wajakensis ditemuka di Distrik Wajak, Kabupaten Tulungagung saat itu diawal tahun 1.900 an, dan Distrik Wajak saat ini menjadi Kecamatan Campurdarat, Kecamatan Besuki dan sebagian Kecamatan Bandung wilayah Tulungagung Selatan,” imbuhnya.

Dwiki Andaru Kresna petugas Museum Daerah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Tulungagung saat wawancara (Foto: RRI/Hery)

Andaru mengungkapkan untuk koleksi arkeologi dipamerkan Arca Durga Mahesasura yang dipercaya sebagai perwujudan Dewi Kilisuci. “Kenapa kami bawa Arca Durga dalam tanda kutip kami ingin memulangkan Dewi Kilisuci ke Kediri, karena ikonnya Kediri adalah Dewi Kilisuci,” katanya.

Koleksi etnografi sebagai hasil karya masyarakat era lampau juga dipamerkan mulai dari lumpang, Darpana sebagai cermin di era lampau, Botekan sebagai tempat bumbu, Wuwu dan Kepis sebagai alat penangkap ikan. Terdapat juga Kinangan berbahan kuningan, Strika Arang, Koin Kuno sebagai alat tukar masyarakat era lampau dan lainnya.

“Kegiatan seperti ini manfaatnya sangat besar untuk memberitahukan kepada pelajar maupun masyarakat tentang perkembangan masyarakat Nusantara di era lampau yang sudah sangat tinggi. Hal itu dapat dibuktikan dengan ukiran arca yang hingga saat ini masih bisa dilihat dan terbaca pada prasasti hinga saat ini,” ucap Andaru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....