Petani Tebu Jombang Keluhkan Turunnya Harga Penjualan
- 31 Agt 2025 16:22 WIB
- Kediri
KBRN, Jombang: Para petani tebu di Kabupaten Jombang mengeluhkan turunnya harga jual hasil panen.
Jika sebelumnya harga tebu mencapai Rp89.000 per kuintal, kini hanya dihargai sekitar Rp79.000. Kondisi ini membuat petani semakin tertekan di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan.
Halim Perdana Kusuma, petani asal Kecamatan Ngoro, mengaku tidak lagi menggunakan sistem bagi hasil. Menurutnya, pola tersebut membuat petani tidak memiliki kepastian.
“Saya memilih jual langsung ke pabrik. Meski harganya turun, setidaknya uangnya bisa langsung diterima untuk menyambung kebutuhan sehari-hari. Kalau bagi hasil, hasilnya bisa tidak jelas kapan turunnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang melalui Kabid Produksi Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Hortikultura, Budi Santoso, menjelaskan bahwa penyerapan gula saat ini sebenarnya sudah berjalan.
“Di Jawa Timur, gula produksi tahun ini sudah terserap sekitar 20 ribu ton. Tinggal menunggu proses pembayaran,” terangnya.
Budi tidak menampik bahwa persoalan penyerapan yang sempat tersendat tahun lalu membuat petani khawatir.
“Karena pengalaman sebelumnya, banyak petani memilih jual putus. Saat ini harga tebu memang turun dan bervariasi, tergantung kualitas serta pabrik penerimanya,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....