Pengusaha Kediri Tak Setuju Sound Horeg Dikatakan Haram

  • 27 Jul 2025 23:16 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Pengusaha sound system di Kota Kediri tidak setuju jika sound horeg dikatakan haram, hal ini dikarenakan sound system telah lama digunakan masyarakat dalam memeriahkan berbagai kegiatan seperti acara Agustusan, pengajian,khitanan, pernikahan maupun festival.

Muhammad Fahrul Anwar pengusaha sound system dan tenda AF Production Kota Kediri, Minggu (27/7/2025) menyampaikan sound system telah familiar di mata masyarakat, dan diharapkan terdapat aturan yang jelas atau solusi dalam penggunaan sound sytem yang disesuaikan dengan tempat kegiatan, sehingga tidak harus mengharamkan.

“Pengennya ada semacam aturan atau solusi terbaik buat masyarakat tapi nggak harus mengharamkan. Intinya mana yang dilarang dan mana yang dibolehkan harus dijelaskan. Saat pemasangan itupun dipersilakan, nggak ada istilah melarang. Mungkin ada satu orang yang menyampaikan jangan keras-keras suaranya, itu juga sudah kami pikirkan,” ujarnya.

Sementara Salma warga Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri mengatakan penggunaan sound horeg sah-sah saja asalkan mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pihak terkait serta batas penggunaan juga sesuai dengan izin kegiatan yang dikeluarkan pihak kepolisian.

“Sebenarnya boleh-boleh saja, selama menggunakan sound horeg itu sesuai aturan yang telah ditetapkan pihak terkait atau kepolisian. Jangan sampai ketika kita sebagai warga yang punya hajatan atau acara menggunakan sound horeg itu melebihi batas desibel yang sudah diatur dan jangan sampai mengganggu kenyamanan warga lainnya. Penggunaannya juga sesuai dengan izin waktu yang dikeluargan pihak kepolisian, jangan sampai lebih,” katanya.

Anwar menambahkan bagi masyarakat yang ingin mengadakan sound horeg terutama untuk panitia kegiatan harus mematuhi izin resmi dari kepolisian, maupun dari pemerintah desa dan kelurahan setempat.

“Saya yakin kegiatan penggunaan sound horeg jika dilakukan dengan mematuhi segala aturan yang telah ditentukan dan selalu melakukan koordinasi dalam pelaksanaan, tidak akan menimbulkan permasalahan,” ujarnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....