Memperkenalkan Permainan Tradisional Edukatif Ular Tangga pada Anak
- 03 Feb 2025 05:20 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Memperkenalkan permainan tradisional pada anak-anak di era digital tentu penting untuk dilakukan. Selain melestarikan tradisi dan sejarah yang sarat nilai kearifan lokal, sejumlah permainan zaman dulu seperti ular tangga diyakini memiliki nilai edukatif dan memberikan banyak manfaat.
Menurut Laili Nur Azizah, M.Pd., (34), Kepala Sekolah SD NU Insan Cendekia, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, keseimbangan antara teknologi, adat istiadat, dan tradisi harus tetap tercipta. “ Pengenalan permainan tradisional tetap harus dilakukan. Selain anak akan mengetahui keunikan dan kekhasan permainan tradisional tiap daerah, mereka juga dapat memperoleh manfaatnya, “ kata Laili, sapaan akrabnya, Senin (3/2/2025).
Meskipun sudah banyak permainan legendaris yang sudah jarang ada dan sulit ditemukan di kehidupan sekarang, namun masih ada beberapa permainan yang banyak dijual di toko-toko mainan seperti ular tangga salah satunya. “ Ular tangga adalah permainan lama yang bisa dijadikan media untuk mengajar matematika. Anak akan terbiasa teliti dalam menghitung lewat lemparan dadu, “ ujar Laili kepada RRI Kediri.
Perempuan asal Kandat, Kabupaten Kediri ini turut menjelaskan bahwasanya dalam permainan ular tangga, anak secara otomatis akan berlatih menjumlah dan mengurangi tanpa mereka sadari. “ Dengan melihat hasil lemparan dadu, anak akan menghitung berapa banyak kotak yang harus dilewati. Begitu juga ketika sudah mencapai angka terakhir 100 namun mereka masih harus lanjut, maka harus kembali ke angka-angka sebelumnya, “ ucap Laili.
Sementara itu, Pamela Damayanti (37), warga Kota Kediri, ia termasuk orang tua yang gemar memperkenalkan permainan tradisional kepada kedua anaknya. “ Selain ular tangga, saya juga mengenalkan monopoli, halma, bola bekel, sampai dakon. Biar anak-anak tidak terlalu fokus dengan gadget. Biar warisan budaya juga tidak hilang ditelan zaman. Toh anak-anak ternyata sangat menikmati permainan jadul, “ kata perempuan yang berprofesi sebagai akademisi ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....