Mindset Muslim Ketika di Titik Terendah dan Menyerah
- 01 Feb 2025 08:35 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Setiap manusia pasti akan mengalami fase terendah dalam hidupnya. Ada yang terpuruk secara finansial, kehilangan segalanya setelah sebelumnya berada di puncak. Ada yang merasa putus asa karena lingkungan kerja yang toxic dan penuh tekanan. Ada pula yang merasakan kesedihan dalam hubungan atau jodoh yang tak kunjung datang. Merasa hampa, galau, dan penuh putus asa adalah hal yang wajar. Namun, dalam Islam, tidak ada istilah putus asa, karena setiap ujian yang diberikan Allah selalu mengandung hikmah.
Dalam kajian Mutiara Pagi bersama Ustaz As’ad Effendy, ia mengingatkan bahwa setiap masalah pasti ada solusi. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Insyirah ayat 5-6: ‘Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan’.
Mindset yang harus dimiliki saat berada di titik terendah
1. Ujian adalah tanda cinta Allah
Mindset pertama yang harus kita tanamkan adalah bahwa ujian adalah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Allah ingin memastikan bahwa kita kembali kepada-Nya, mendekat kepada-Nya, dan menyadari bahwa hanya Allah tempat kita bersandar.
2. Jangan pernah putus asa
Allah telah menegaskan dalam Surat Az-Zumar ayat 53 bahwa putus asa bukan sifat seorang mukmin. Sebesar apa pun dosa, seberat apa pun ujian, rahmat Allah selalu lebih luas. Oleh karena itu, meskipun di titik terendah, jangan pernah kehilangan harapan.
3. Bersabar adalah kunci
Kesabaran mungkin terasa berat, tetapi itulah kunci utama dalam bertahan. Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 153 bahwa kesabaran disandingkan dengan sholat:
‘Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar’.
“Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi bersabar sambil terus berikhtiar dan bertawakal kepada Allah,” ucapnya.
4. Perbanyak doa dan dekatkan diri kepada Allah
Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk selalu berdoa dalam setiap keadaan, baik saat sulit maupun lapang. “Doa adalah bentuk ketergantungan kita kepada Allah. Setiap ibadah yang kita lakukan pun penuh dengan doa, yang menjadi penguat hati saat menghadapi ujian,” ujarnya.
5. Ingat bahwa dunia sementara, akhirat selamanya
Apapun kesulitan yang dihadapi di dunia ini, semua hanya sementara. akhiratlah yang kekal. Tugas kita adalah memastikan bahwa kita sabar, menjalani setiap ujian dengan ikhlas, dan tetap berusaha agar selamat di akhirat.
“Setiap orang pasti pernah berada di titik terendah dengan cara dan ujian yang berbeda-beda. Namun, Islam mengajarkan untuk tetap sabar, berdoa, dan berusaha. Tidak ada ujian yang melebihi kemampuan hamba Nya. Dengan memiliki mindset yang benar, kita tidak hanya bertahan, tetapi juga bisa bangkit dan menemukan makna di balik setiap ujian,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....