Lewat Teknologi Digital, UBHI Tingkatkan Sociopreneurship UMKM Desa Pelem

  • 06 Des 2024 22:06 WIB
  •  Kediri

KBRN, Tulungagung: Tim dosen dan mahasiswa Universitas Bhinneka PGRI melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung.

Program bertema “Pelatihan Teknologi Digital ini sebagai Penunjang Sociopreneurship UMKM Industri Kreatif Kerajinan Fosil Kayu di Tulungagung” ini bertujuan memperkuat potensi UMKM berbasis teknologi digital.

Ketua Program PkM, Dr. Abdul Haris Indrakusuma, M.Pd., menjelaskan bahwa program yang didukung oleh DRTPM ini fokus membekali pemuda desa dengan keterampilan produksi dan penerapan teknologi. “Dengan teknologi digital, UMKM yang dikelola pemuda desa dapat berkembang lebih pesat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain keterampilan teknis, mereka juga mempelajari strategi bisnis yang relevan dengan konsep sociopreneurship,” jelas Haris saat ditemui RRI, Jumat (6/12/2024).

Menurut Haris, teknologi digital memiliki peran vital di era modern, termasuk dalam sociopreneurship. Namun, banyak desa belum optimal memanfaatkannya. “Pemuda Desa Pelem memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha sosial, tetapi keterbatasan pengetahuan teknologi menjadi kendala utama,” tambahnya.

Program ini melibatkan Karang Taruna “Tunas Muda Lestari” sebagai mitra utama. Haris menegaskan bahwa bimbingan berkelanjutan menjadi salah satu kunci keberhasilan, termasuk dalam memberikan pelatihan tambahan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Tim dosen dan mahasiswa Universitas Bhinneka PGRI saat melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung (Foto : RRI/Kusuma)

Tim Pengabdian Masyarakat, Nurna Listya P., M.Pd., menyebutkan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pemuda dalam mengelola sociopreneurship berbasis digital. “Kami mengajarkan berbagai aspek, seperti produksi, pemasaran digital, hingga penggunaan platform e-commerce, agar usaha mereka lebih kompetitif,” jelas Nurna.

Ditambahkan Nurna, program ini berlangsung selama enam bulan dan mencakup beberapa tahapan. Tahap awal meliputi sosialisasi, observasi, dan penyusunan materi pelatihan. Selanjutnya, pelatihan fokus pada keterampilan teknis, termasuk produksi kayu fosil dan inovasi pemasaran berbasis teknologi digital.

“Tahap berikutnya adalah pendampingan, yang melibatkan penerapan digital marketing, registrasi ke platform e-commerce, dan pemanfaatan media sosial. Kami juga melakukan evaluasi untuk memastikan mitra memahami dan mengadopsi teknologi digital secara efektif,” lanjut Nurna.

Tim dosen dan mahasiswa Universitas Bhinneka PGRI saat memberikan pendampingan Sociopreneurship UMKM di Desa Pelem (Foto : RRI/Kusuma)

Dikesempatan yang sama, Dr. M. Anasrulloh, S.Pd., M.M., tim pengabdian masyarakat lainnya, menekankan pentingnya metode konsultasi bisnis untuk mengatasi kendala mitra. “Pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk memberikan solusi yang relevan, termasuk dalam memanfaatkan digital marketing secara maksimal. Program ini juga berperan sebagai konsultan bisnis bagi mitra. Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Program ini mendapat sambutan positif dari peserta. Salah satu pemuda desa, Bagus, mengungkapkan bahwa pelatihan ini membuka wawasan mereka tentang pemasaran digital. “Kami belajar cara membangun merek dan mempromosikan produk secara efektif, sehingga diharapkan dapat menjangkau konsumen lebih luas,” kata Bagus.

Budianto, tokoh masyarakat Desa Pelem, turut mengapresiasi program ini. “Kami berharap program ini membawa perubahan positif, khususnya dalam pengembangan kewirausahaan pemuda desa. Ini bisa menjadi inspirasi bagi desa lain untuk memanfaatkan teknologi,” ujarnya.

Program PkM ini membuktikan bahwa teknologi digital dapat menjadi penunjang kuat dalam pengembangan sociopreneurship. Dengan keterampilan dan pemahaman yang lebih baik, pemuda desa diharapkan menjadi agen perubahan, memperkenalkan solusi sosial berbasis teknologi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ke depan, diharapkan program serupa dapat menjangkau lebih banyak desa untuk kemajuan bersama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....