Menjelang Lebaran, Gubernur Jatim Silaturahmi Ulama di Jombang
- 18 Mar 2026 23:39 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan silaturahmi ke sejumlah ulama di Kabupaten Jombang, pada Rabu, 18 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan kalangan pesantren menjelang Lebaran.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah mendatangi Pondok Pesantren Tebuireng dan Pondok Pesantren Tambakberas. Ia bersilaturahmi dengan Pengasuh Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) serta Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid, sekaligus memohon doa untuk keberkahan Jawa Timur.
“Melalui silaturahmi ini, kami ingin terus menjaga kedekatan dengan para guru sekaligus memohon doa agar Jawa Timur tetap diberi ketenteraman, kemajuan, dan keberkahan,” kata Khofifah.
Ia menilai tradisi sowan kepada kiai dan nyai menjelang Idul Fitri memiliki makna penting, tidak hanya secara spiritual tetapi juga sosial dalam kehidupan masyarakat Jawa Timur.
“Tradisi sowan menjelang Lebaran bukan hanya rutinitas ibadah, tetapi juga bagian dari budaya pesantren yang mengandung nilai kebersamaan dan menjadi jalan untuk mencari keberkahan,” ujarnya.
Khofifah juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum Idul Fitri untuk memperkuat persaudaraan dan membangun karakter generasi muda melalui keteladanan.
“Anak-anak muda perlu dibiasakan dengan nilai-nilai seperti ini. Keteladanan menjadi kunci dalam membentuk akhlak dan praktik ibadah yang baik di tengah perkembangan zaman,” jelasnya.
Di sela kegiatan, Khofifah bersama Gus Kikin turut berziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asy'ari, serta Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid, di kompleks Tebuireng.
Ziarah dilakukan dengan pembacaan doa dan tahlil, kemudian diakhiri dengan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh bangsa tersebut.
Menurut Khofifah, sosok Gus Dur merupakan figur penting yang meninggalkan warisan nilai kemanusiaan, toleransi, dan kebangsaan yang tetap relevan hingga kini.
“Kunjungan ini mengingatkan kita pada keteladanan Gus Dur dalam menjaga keberagaman, memperkuat persatuan, serta menghadirkan wajah Islam yang damai dan inklusif,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang diperjuangkan Gus Dur perlu terus dijaga sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis.
“Semangat yang beliau wariskan harus terus dijaga dan diteruskan, terutama dalam merawat kerukunan di tengah masyarakat yang beragam,” ucapnya.
Khofifah berharap, kegiatan ziarah tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga momentum untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan para tokoh bangsa.
“Ziarah ini bukan sekadar mendoakan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita untuk meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan demi kepentingan bangsa,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....