Dinkes Kediri Nilai Pengusaha Makanan Paham Kemanan Pangan
- 12 Mar 2026 04:14 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri menilai para pengusaha makanan takjil telah memahami tentang kemanan pangan, saat berjualan pada Ramadan 1447 Hijriah. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak ditemukannya makanan yang berbahaya dalam supervisi makanan takjil oleh BPOM dan Dinkes Kabupaten Kediri bebereapa waktu lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, M.Kes., Rabu, 11 Maret 2026 menjelaskan dalam supervisi atau pengawasan terhadap menu takjil yang dijual tidak ditemukan pemakaian boraks. Selain itu juga tidak ditemukan makanan yang mengandung Rhodamin atau kandungan pewarna tekstil pada makanan takjil yang dijual.
“Kita tidak menemukan makanan yang tidak aman untuk dikonsumsi seperti contoh boraks kita negatif. Rhodamin atau zat pewarna untuk makanan juga nggak kita temukan. Artinya pengusaha makanan takjil kita sudah memahami tentang keamanan pangan,” ujarnya. “Saat melakukan supervisi pada makanan kemasan di wilayah Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo dan sekitarnya, masih ditemukan beberapa pengusaha swalayan yang kurang mengawasi produk yang dijual.”
Sehingga ditemukan makanan dengan kondisi kemasan yang telah rusak, dan tanggal kadaluarsa sudah mulai hilang, kemudian dilakukan penarikan oleh BPOM atas izin pemilik usaha. Diharapkan dengan adanya temuan tersebut para pengusaha swalayan lainnya dapat lebih teliti dan waspada dalam melakukan penjualan produk ke masyarakat.
Hal itu dilakukan guna menjaga kualitas dagangan atau produk yang dijual berupa makanan yang siap konsumsi supaya aman.
dr. Ahmad Khotib berharap masyarakat dapat berpartisipasi dalam melakukan pengawasan makanan takjil, dengan melaporkan apabila ditemukan makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya. Karena Dinas kesehatan tidak dapat melakukan pengawasan setiap hari pada makanan takjil yang dijual di seluruh wilayah.
“Kami meyakini saat ini masyarakat telah cerdas dalam memilih makanan sehat, yang tidak mengandung bahan berbahaya jika dikonsumsi,” kata dr. Ahmad Khotib.