Ramadan, Ratusan ODGJ di Jombang Ikuti Pembinaan Spiritual

  • 09 Mar 2026 17:50 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Pembinaan spiritual bagi ratusan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menjalani rehabilitasi di Griya Cinta Kasih (GCK), Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, diperkuat selama Ramadan 1447 H.

Pihak pengelola menambah berbagai aktivitas ibadah, mulai dari salat berjamaah, mengikuti kajian keagamaan, hingga tadarus Al-Quran, sebagai bagian dari pendekatan pemulihan mental dan spiritual bagi para penghuni.

Salah satu warga binaan GCK Jombang, Anang Khoiru Iksan, mengaku merasakan perubahan positif sejak mengikuti berbagai kegiatan selama masa rehabilitasi. Ia telah menjalani proses pemulihan di tempat tersebut sekitar tiga tahun.

“Sejak mengikuti kegiatan di sini, saya merasa lebih nyaman dan pikiran lebih tenang. Rutinitas ibadah serta aktivitas sehari-hari juga membuat saya lebih bersemangat menjalani hidup,” ujar Anang, Senin, 9 Maret 2026.

Sementara itu, Seksi Keagamaan GCK, Bimasiatih, menjelaskan bahwa tidak semua penghuni dapat menjalankan ibadah puasa karena kondisi kesehatan yang berbeda-beda. Dari lebih dari 300 penghuni yang tinggal di GCK, sekitar 30 orang dinilai cukup stabil untuk menjalankan puasa selama Ramadan.

“Jumlah penghuni di sini lebih dari 300 orang, tetapi yang menjalankan puasa sekitar 30 orang saja. Mereka yang diperbolehkan berpuasa adalah penghuni yang kondisi kesehatannya sudah stabil dan dinilai mampu,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi prinsip utama dalam mendampingi para penghuni selama menjalani rehabilitasi.

“Dalam mendampingi mereka, kami berusaha memperlakukan setiap penghuni secara manusiawi. Cara berkomunikasi juga harus lembut dan tidak dengan bentakan, sehingga mereka merasa dihargai dan lebih mudah diajak berinteraksi,” katanya.

Selain pembinaan rohani, penghuni juga dilibatkan dalam aktivitas produktif ringan seperti membantu pekerjaan di area peternakan dan mencari rumput. Dari sisi kesehatan, pemeriksaan rutin juga dilakukan oleh tenaga medis dari rumah sakit setiap pekan. Pemberian obat juga dilakukan secara terukur, terutama bagi penghuni yang mengalami kekambuhan.

Saat ini GCK menyediakan 12 kamar yang dibagi berdasarkan tingkat kondisi penghuni, mulai dari tahap pemulihan hingga mereka yang telah mampu berinteraksi secara normal dengan lingkungan sekitar.

Dalam operasional sehari-hari, kebutuhan logistik GCK masih banyak bergantung pada bantuan sukarela dari masyarakat maupun pemerintah.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, pengurus menegaskan bahwa prinsip kemanusiaan tetap menjadi landasan utama dalam proses rehabilitasi para penghuni.

Rekomendasi Berita