Ramadhan Momentum Muhasabah dan Riyadhah Jiwa

  • 01 Mar 2026 10:37 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Bulan Suci Ramadan merupakan waktu yang paling tepat bagi setiap Muslim untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri guna mencari kekurangan dalam diri sendiri. Ustazah Reky Lidyawati, Dosen Universitas Abdurahman Saleh, Situbondo, menjelaskan bahwa setelah seseorang menemukan kekurangannya melalui evaluasi diri, diharapkan muncul semangat riyadhah atau latihan spiritual untuk bertransformasi menjadi insan yang lebih baik dan bertaqwa.

Melalui proses ini, umat Muslim diajak memanfaatkan bonus besar dari Allah SWT berupa ampunan dosa yang dibuka luas baik pada siang maupun malam hari. Dalam kajian Mutiara pagi, Ustazah Reky menekankan pentingnya menghidupkan kegiatan bermanfaat seperti salat tarawih yang dilengkapi dengan salat taubat serta zikir untuk melipatgandakan pahala.

Ia mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam rasa puas diri atas ibadah yang telah dilakukan, karena hal tersebut dapat menutup pintu muhasabah. "Jangan jadi orang yang sudah merasa cukup dengan ibadahnya, nah ini pintu muhasabah tertutup bagi orang seperti ini," katanya, Minggu, 01 Maret 2026.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa orang yang benar-benar bermuhasabah akan cenderung merasa penuh dosa dan kekurangan meskipun telah menjalankan puasa serta tarawih. Sebaliknya, merasa diri paling baik atau paling suci dibandingkan orang lain adalah tanda seseorang berada dalam kesesatan yang nyata.

Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk terus menundukkan hati dan mengakui segala kekhilafan di hadapan Sang Pencipta. Untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan jiwa menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap hamba.

Selain memohon ampunan kepada Allah, setiap Muslim juga diimbau untuk meminta maaf kepada sesama manusia sebagai bagian dari pembersihan diri di bulan yang penuh keberkahan ini. “Penggunaan wasilah seperti memperbanyak istighfar dan melaksanakan salat taubat sangat dianjurkan sebagai jembatan spiritual menuju rida Allah,” ucapnya.

Ustazah Reky memperingatkan tentang bahaya sifat sombong dan ujub yang sering kali menjadi penghalang utama bagi seseorang untuk mengakui kekurangan diri. Sifat-sifat negatif ini harus dikikis melalui latihan kesabaran dan kerendahan hati selama menjalankan ibadah puasa.

Dengan memegang teguh kebenaran dari Al-Qur'an, diharapkan setiap pribadi mampu keluar dari bulan Ramadan dengan jiwa yang bersih dan kualitas iman yang meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....