One Day One Juz Mewarnai Kekhidmatan Ramadan di Lapas Kediri
- 23 Feb 2026 11:58 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Nuansa Ramadan di Lapas Kelas IIA Kediri tampak semakin khidmat. Kondisi ini tampak dari peningkatan aktivitas ibadah, dan suasana harian Warga Binaan pun ikut berubah.
Sejak hari pertama puasa, pembinaan keagamaan mendapat porsi lebih besar dalam agenda kegiatan. Masjid At-Taubah menjadi pusat aktivitas spiritual yang lebih hidup dari biasanya.
Salah satu program yang berjalan konsisten, adalah One Day One Juz yang diikuti para santri Pondok At-Taubah. Program ini dijalankan secara mandiri, bukan bersama-sama dalam satu waktu tertentu. Setiap santri menyesuaikan dengan kemampuan dan ritmenya masing-masing, namun tetap memegang komitmen menyelesaikan satu juz Al-Qur’an setiap hari.
"Program ini bukan sekadar mengejar target bacaan. Lebih dari itu, ada latihan mengatur waktu dan membangun disiplin diri. Para santri menyelipkan waktu membaca di sela kegiatan harian yang sudah terjadwal," kata Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Solichin, dalam keterangannya, Senin, 23 Februari 2026.
Dari pola ini, ungkap Solichin, makin tumbuh kemandirian dan kesadaran untuk menjaga konsistensi ibadah tanpa harus selalu diingatkan. Selain membaca Al-Qur’an secara mandiri, pembinaan juga diperkuat lewat kegiatan mengajar mengaji.
"Warga Binaan yang memiliki sertifikat guru ngaji diberi kepercayaan untuk membimbing santri lain," katanya.
Ia mengatakan, proses belajar berlangsung sederhana tetapi hangat, menciptakan suasana saling mendukung di lingkungan pondok. "Bagi sebagian santri, Ramadan menjadi momen yang sangat personal," katanya.
Ia menyampaikan, bahwa pembinaan spiritual di Pondok At-Taubah memang diarahkan sebagai ruang refleksi pribadi. Pendekatan ibadah yang dijalani secara sadar dan mandiri dinilai lebih kuat dampaknya. Perubahan yang bertahan lama, menurutnya, selalu berangkat dari kesadaran dalam diri.
Melalui One Day One Juz dan kegiatan mengajar mengaji, Lapas Kediri berupaya menghadirkan pembinaan yang lebih bermakna selama Ramadan. Tidak hanya rutinitas ibadah, tetapi juga proses membangun refleksi, pengendalian diri, dan tanggung jawab dalam keseharian Warga Binaan.
Adapun seorang Warga Binaan berinisial G mengaku, One Day One Juz yang ia jalani membuat pikirannya lebih tertata. Ia merasa lebih tenang dan mulai lebih menerima perjalanan hidup yang membawanya sampai di titik ini.
"Rutinitas membaca dan mempelajari Al-Qur’an membantu dirinya melihat kembali keputusan-keputusan masa lalu," katanya.
Dari hal tersebut, G menceritakan, muncul keinginan untuk memperbaiki diri dan menjalani hari ke depan dengan lebih baik. "Harapan saya, bisa menjadikan Ramadan kali ini sebagai titik balik selama menjalani sisa masa pidana," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....