Sekolah di Jombang Lakukan Penyesuaian Jam Belajar Selama Ramadan

  • 20 Feb 2026 18:21 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Jombang melakukan penyesuaian jam belajar selama Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan ini diterapkan untuk menyesuaikan aktivitas pembelajaran dengan kondisi siswa yang menjalankan ibadah puasa, tanpa menghentikan kegiatan akademik.

Pengaturan tersebut tercantum dalam surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang yang mengatur jadwal masuk, durasi pelajaran, hingga kegiatan selama bulan Ramadan.

Siswa dijadwalkan kembali mengikuti pembelajaran mulai 23 Februari sampai 6 Maret 2026, setelah libur awal puasa pada 18 Februari 2026 hingga 20 Februari 2026.

Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari, menyampaikan bahwa proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan skema waktu yang telah disesuaikan.

“Selama Ramadan kegiatan belajar tetap berjalan, tetapi menggunakan pengaturan jam khusus agar siswa tetap mampu mengikuti pelajaran dengan baik sekaligus menjalankan ibadah puasa dengan nyaman,” ujarnya, Jumat, 20 Februari 2026.

Dalam ketentuan tersebut, durasi satu jam pelajaran untuk jenjang SD dipersingkat menjadi 25 menit. Sementara bagi siswa SMP, setiap mata pelajaran berlangsung selama 30 menit. Penyesuaian ini dimaksudkan agar siswa tidak mengalami kelelahan berlebihan selama berpuasa.

Selain pengurangan jam tatap muka, Disdikbud juga menetapkan hari efektif fakultatif pada 9 hingga 17 Maret 2026. Pada masa itu, sekolah mengarahkan kegiatan pada penguatan nilai keagamaan dan pembinaan karakter.

Siswa Muslim akan mengikuti kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, dan kajian keislaman. Sedangkan siswa non-Muslim dianjurkan mengikuti pembinaan rohani sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Wor menegaskan bahwa seluruh satuan pendidikan diminta menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan ketentuan yang berlaku. Ia menekankan bahwa efektivitas belajar tetap harus dijaga meskipun durasi dipersingkat.

“Kami berharap sekolah tetap mengoptimalkan waktu yang tersedia. Walaupun jam pelajaran lebih singkat, kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik harus tetap menjadi perhatian utama,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....