Piala Dunia 2026 Punya Aturan Baru, Kiper dan Pemain Tak Bisa Lagi Buang Waktu
- 06 Jun 2026 13:22 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) bersama International Football Association Board (IFAB) resmi memberlakukan delapan aturan baru dalam Piala Dunia 2026. Regulasi terbaru tersebut dirancang untuk mengurangi praktik membuang-buang waktu, mempercepat tempo pertandingan, serta memperkuat prinsip fair play di lapangan.
Perubahan aturan ini menjadi salah satu pembaruan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. FIFA menilai banyak pertandingan modern kehilangan ritme akibat taktik mengulur waktu yang dilakukan pemain maupun tim saat unggul.
Salah satu aturan yang paling mendapat sorotan adalah pembatasan waktu untuk melakukan lemparan ke dalam. Mulai Piala Dunia 2026, pemain hanya diberikan waktu maksimal lima detik untuk mengeksekusi throw-in. Jika melebihi batas waktu yang ditentukan wasit, hak lemparan akan langsung diberikan kepada tim lawan.
Aturan serupa juga berlaku untuk tendangan gawang, kiper hanya memiliki waktu lima detik untuk menendang bola dari area penalti. Keterlambatan dalam melakukan tendangan gawang akan berujung hukuman berupa tendangan sudut bagi lawan.
Dikutip dari laman fifa.com, FIFA juga memperketat aturan penguasaan bola oleh penjaga gawang. Kiper kini hanya diperbolehkan memegang bola selama delapan detik dalam permainan terbuka. Meski aturan serupa sebenarnya telah ada sebelumnya dengan batas enam detik, penerapannya dinilai kurang konsisten sehingga kini akan ditegakkan secara lebih ketat.
Dalam urusan pergantian pemain, regulasi baru mewajibkan pemain yang ditarik keluar meninggalkan lapangan melalui garis tepi terdekat dalam waktu maksimal 10 detik. Jika melanggar, pemain pengganti tidak diizinkan masuk selama satu menit, sehingga tim tersebut harus bermain dengan 10 pemain untuk sementara waktu.
Upaya memberantas aksi pura-pura cedera juga menjadi perhatian FIFA. Pemain yang mendapatkan perawatan medis di atas lapangan kini diwajibkan tetap berada di luar lapangan selama 60 detik setelah pertandingan dimulai kembali. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi praktik simulasi cedera yang sering digunakan untuk menghentikan momentum lawan.
Selain itu, FIFA melarang adanya "tactical timeout" terselubung ketika kiper mengalami cedera dan sedang mendapatkan perawatan. Dalam situasi tersebut, pemain outfield dari kedua tim tidak diperbolehkan mendekati bangku cadangan untuk menerima instruksi taktik dari pelatih.
Tidak hanya menyasar aspek permainan di lapangan, FIFA juga memperluas kewenangan Video Assistant Referee (VAR). Untuk pertama kalinya, VAR dapat melakukan intervensi terhadap keputusan kartu kuning kedua apabila terbukti terjadi kesalahan penilaian yang fatal dari wasit utama.
VAR juga diberikan wewenang untuk mengoreksi keputusan tendangan sudut yang keliru. Koreksi dapat dilakukan selama proses peninjauan selesai sebelum bola kembali dimainkan.
FIFA berharap rangkaian aturan baru tersebut mampu meningkatkan waktu efektif bermain, mengurangi kontroversi, dan menciptakan pertandingan yang lebih menarik bagi penonton di seluruh dunia. Dengan penerapan regulasi yang lebih tegas, Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi turnamen dengan tempo permainan lebih cepat dan tingkat fair play yang lebih tinggi dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....