Sirkuit Drag Bike Gunung Kelud, Saksi Penjaringan Atlet Skala Nasional

  • 09 Jun 2026 01:00 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Sirkuit Drag Bike Gunung Kelud, kini menjadi saksi penjaringan atlet skala Nasional
  • Sirkuit di kawasan Lereng Gunung Kelud dapat menjadi sentra pembinaan atlet balap motor

RRI.CO.ID, Kediri - Sirkuit Drag Bike Gunung Kelud, kini menjadi saksi penjaringan atlet skala Nasional. Kondisi ini tampak pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Bike Region 2 Putaran 1 Jawa Timur resmi digelar di Sirkuit Drag Bike Lereng Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Minggu, 7 Juni 2026.

Lomba bergengsi tersebut menjadi catatan sejarah tersendiri karena merupakan kejuaraan drag bike berskala nasional pertama yang diselenggarakan di sirkuit milik Pemerintah Kabupaten Kediri.

"Terdapat ratusan pembalap dari berbagai daerah memadati arena balap yang berada di kawasan wisata Gunung Kelud. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan atlet sekaligus menekan maraknya balap liar di jalan raya," kata Ketua Ikatan Motor Indonesia Kabupaten Kediri, Tri Priyo Nugroho, dalam keterangannya, Senin, 8 Juni 2026.

Tri menjelaskan, rasa syukur atas terselenggaranya kejuaraan tersebut setelah penantian panjang agar fasilitas drag bike yang dimiliki daerah dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Kami sudah sekian lama menunggu sarana drag bike ini bisa digunakan," katanya.

Pada kegiatan ini, Tri mengemukakan, dengan digelarnya kejuaraan ini diyakini dapat mewadahi anak-anak muda. Khususnya dari Kediri dan Jawa Timur, bahkan dari luar daerah untuk menyalurkan hobinya secara positif.

"Sungguh luar biasa, antusiasme peserta sangat tinggi. Jumlah pembalap yang mengikuti kejuaraan diperkirakan mencapai sekitar 300 orang," rincinya.

Masih dikatakan Tri, besarnya animo peserta menunjukkan bahwa olahraga drag bike masih memiliki daya tarik besar di kalangan generasi muda. Kehadiran sirkuit resmi dinilai menjadi solusi agar para pecinta balap motor dapat menyalurkan hobinya secara aman dan sesuai regulasi.

"Walau pelaksanaan kejuaraan berjalan lancar, Tri mengakui masih terdapat beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian, khususnya terkait kondisi lintasan yang saat ini masih menggunakan permukaan beton," kata Tri.

Padahal, sebut Tri, idealnya lintasan drag bike menggunakan aspal, sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik bagi pembalap. Meski begitu, penggunaan beton masih diperbolehkan sesuai regulasi yang berlaku dalam kejuaraan.

"Setelah ini, kami akan koordinasikan dengan instansi terkait agar lintasan ini bisa segera diaspal," ujarnya.

Ia mengatakan, di samping menjadi tuan rumah kejuaraan nasional, IMI Kabupaten Kediri juga terus melakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan. Langkah ini, telah membuahkan hasil dengan raihan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur sebelumnya.

"Alhamdulillah pada Porprov kemarin cabang balap motor berhasil meraih medali emas, dan totalnya ada sembilan. Pembinaan juga terus kami lakukan sejak beberapa bulan lalu agar atlet-atlet Kabupaten Kediri semakin siap menghadapi event berikutnya," kata Tri.

Pada masa mendatang, Tri menginginkan, keberadaan sirkuit drag bike di kawasan Lereng Gunung Kelud dapat menjadi sentra pembinaan atlet balap motor. Bahkan, sebagai sarana positif bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Adapun, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, turut menyambut baik penyelenggaraan Kejurnas Drag Bike di Kabupaten Kediri. Sebab lomba tersebut menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan aset olahraga milik pemerintah daerah sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet potensial.

"Alhamdulillah kini Kabupaten Kediri bisa menjadi tuan rumah Kejurnas Drag Bike. Ajang ini merupakan sesuatu hal yang baru karena memanfaatkan aset pemerintah daerah yang berada dalam kawasan wisata Gunung Kelud di bawah pengelolaan PD Margo Mulyo yang kini bisa digunakan untuk kegiatan olahraga prestasi," kata Hakim.

Hakim menyatakan, keberadaan sirkuit tersebut memiliki nilai ganda, yakni sebagai sarana olahraga prestasi sekaligus pendukung pengembangan kawasan wisata. Untuk itu, dengan adanya event berskala nasional, Kabupaten Kediri berpeluang menarik lebih banyak wisatawan dan pelaku ekonomi lokal.

"Semoga, kejuaraan drag bike dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun sehingga proses pembinaan atlet berlangsung lebih terarah dan berkelanjutan," ungkap Hakim.

Di sisi lain, Hakim mengaku, meskipun nomor drag bike belum masuk dalam cabang yang dipertandingkan pada Porprov Jawa Timur, pihaknya bersama IMI akan terus memperjuangkan agar atlet-atlet drag bike memiliki kesempatan yang lebih luas. Harapannya, mereka dapat berkompetisi di tingkat regional maupun nasional.

"Untuk Porprov 2027 nanti, kami juga akan melakukan pemantauan dan pembinaan jangka panjang terhadap atlet-atlet potensial agar Kabupaten Kediri semakin siap dan matang dalam meraih prestasi," kata Hakim mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....