Jelang Porprov, Atlet Kabupaten Kediri Tes Parameter Kedua
- 30 Mei 2025 16:40 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Menjelang Porprov Jatim Tahun 2025, ratusan atlet di Kabupaten Kediri mengikuti tes parameter kedua. Pada Jumat (30/5/2025), Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, menjelaskan, tes parameter kedua tersebut telah digelarnya di Gedung IIK Bhakta Kediri, Kamis (29/5/2025),
"Langkah ini untuk mematangkan persiapan fisik, menjelang perhelatan Porprov Jatim 2025," kata Hakim.
Ia mengatakan, tujuan lain tes parameter kedua ini juga untuk mengukur sejauh mana persiapan yang sudah dilakukan oleh para atlet dan pelatih untuk Porprov Jatim 2025. Adapun, tes parameter ini berlangsung selama lima hari mulai Kamis sampai nanti hari Senin mendatang.
"Nantinya, hasil tes parameter ini nanti menjadi tolak ukur untuk memaksimalkan persiapan Porprov Jatim mendatang. Jadi kami bisa tahu, mungkin ada yang bisa dimaksimalkan lagi seperti fisik, teknik maupun mental," katanya.
Ia menambahkan, setiap hari ada dua sesi tes, misalnya sprint, lari, grip test, angkat beban. Terkait, angkat beban itu diberlakukan untuk kekuatan, sedangkan tes kelincahan ada beberapa ujian melompat.
"Kalau tes konsentrasi dilakukan dengan melempar bola," ungkapnya.
Lebih lanjut, tes parameter kedua ini diterapkan berbeda di setiap cabang olahraga. Seperti, cabang olahraga beladiri tes parameter lebih ke arah fisik. Lalu, untuk cabang olahraga yang sifatnya permainan, lebih fokus ke konsentrasi, daya tahan dan mental.
"Mengenai penguji, memang kita ada beberapa dari guru olahraga di Kabupaten Kediri guna membantu mensukseskan tes parameter kedua ini," ujarnya.
Diketahui, ada 450 atlet Kabupaten Kediri yang akan diberangkatkan ke Porprov Jatim tahun ini. Hal itu karena awalnya ada 43 cabang olahraga yang akan berangkat, tapi dengan tidak lolosnya cabor sepakbola pada pra Porprov, maka totalnya menjadi 42 cabor.
"Sebelum ini, para atlet telah mengikuti tes parameter pertama di cabang olahraga masing-masing. Hasil tes parameter pertama sudah dievaluasi dan hal yang kurang harus ditingkatkan melalui puslatkab," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....