Menko Pangan Dorong Pesantren Perkuat Kemandirian Ekonomi Bangsa
- 27 Agt 2026 14:24 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong pondok pesantren dan perguruan tinggi Islam mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat menghadiri Halaqoh Kebangsaan Ekonomi Bisnis Pesantren 2026 di Aula Universitas Darul Ulum Jombang, Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama.
Halaqoh mengangkat tema “Pesantren sebagai Penggerak Kemandirian Pangan dan Ekonomi Umat Menuju Indonesia Emas 2045”. Forum tersebut membahas peluang pengembangan peran pesantren, termasuk dalam sektor pangan dan ekonomi masyarakat.
Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah saat ini memasuki bulan ke-22 masa kerja. Menurutnya, sejumlah program pemerintah sudah menunjukkan hasil, sementara sebagian lainnya masih dalam proses pelaksanaan.
“Pemerintahan baru berjalan 22 bulan. Dua bulan lagi genap dua tahun. Ada program yang sudah berhasil, ada yang belum, dan ada juga yang masih on going,” ujar Zulkifli Hasan.
Ia menilai keterlibatan pesantren dan kampus Islam penting dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya dalam memperkuat sektor pangan.

“Melalui kegiatan Hibitren di Darul Ulum ini, kita membahas bagaimana peran pondok pesantren dan kampus-kampus Islam dalam membangun Indonesia, termasuk di sektor pangan,” katanya.
Menurutnya, penguatan peran lembaga pendidikan berbasis pesantren tidak hanya berkaitan dengan pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat diarahkan pada pengembangan keterampilan dan kegiatan produktif.
Rektor Universitas Darul Ulum Jombang, Prof. Dr. H. Amir Maliki Abitolkha, M.Ag., menilai kegiatan tersebut relevan dengan upaya meningkatkan kapasitas mahasiswa agar memiliki kemampuan yang dapat mendukung kemandirian.
“Bagi Universitas Darul Ulum, kegiatan ini sangat relevan karena memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan berbagai kemampuan, termasuk keterampilan yang mereka miliki,” ujar Amir.

Ia mengatakan, pengembangan keterampilan tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa lebih kreatif dalam melihat peluang serta mampu menciptakan kemandirian di tengah perkembangan kebutuhan masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kreativitas anak-anak, terutama dalam membangun kemampuan untuk menciptakan kemandirian,” katanya.
Halaqoh Kebangsaan Ekonomi Bisnis Pesantren 2026 menjadi salah satu forum yang mempertemukan unsur pemerintah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam untuk membahas penguatan peran lembaga pendidikan dalam sektor pangan dan ekonomi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....