DPR RI Dorong Pilah Sampah Jadi Gerakan Nasional

  • 18 Mei 2026 10:36 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • DPR RI Dorong Pilah Sampah Jadi Gerakan Nasional
  • Masalah Sampah, Masalah Bencana Banjir, Masalah Ketahanan Pangan Masyarakat

RRI.CO.ID, Kediri – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong agar budaya memilah sampah dijadikan gerakan dan kebijakan nasional demi melindungi kesehatan masyarakat serta menjaga masa depan lingkungan hidup. Hal ini merespon positif langkah Pemprov DKI Jakarta yang menerapkan kewajiban pemilahan sampah dari hulu sejak Mei 2026.

“Yang dipertaruhkan hari ini adalah kualitas kesehatan masyarakat, kualitas ruang hidup generasi muda, serta kemampuan kota-kota besar Indonesia bertahan menghadapi tekanan urbanisasi dan krisis lingkungan jangka panjang,” kata Puan, sapaan akrab Ketua DPR RI dikutip dari Official Instagram @dpr_ri, Senin, 18 Mei 2026.

Budaya memilah sampah diharapkan tidak hanya berhenti sebagai program teknis lokal di Jakarta, melainkan dikembangkan menjadi skema kebijakan nasional yang diadopsi oleh kota-kota lain di Indonesia. Tidak dipungkiri, persoalan persampahan nasional menuntut kesadaran masyarakat secara kolektif untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan memperlakukan sampah.

Pengelolaan sampah yang buruk di kota-kota besar tentu berdampak langsung pada penurunan kualitas hidup, risiko pencemaran, hingga bencana banjir. Anggapan masyarakat bahwa sampah akan dengan mudah menghilang setelah diangkut dari rumah juga merupakan mindset keliru yang telah mandarah daging.

Menurut Endang Pratiwi, Ketua Yayasan Hijau Daun Mandiri, dorongan pilah sampah menjadi gerakan nasional sangat krusial karena pengelolaan sampah berkaitan erat dengan mitigasi bencana dan ketahanan pangan. “Namun tentu saja hal ini perlu komitmen dalam memberikan edukasi intensif dan tindakan nyata di lapangan,” ujar Endang melalui pesan singkatnya kepada RRI, Senin pagi.

Mindset masyarakat harus berubah bahwa ketika bencana terjadi akibat penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik, maka dampaknya akan mengganggu stabilitas dan keberlangsungan ketahanan pangan masyarakat,” ucap Endang yang berdomisili di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.

Gerakan nasional memilah sampah diharapakan mampu menjadi sarana edukasi di lini terbawah untuk mewujudkan lingkungan lebih baik yang bebas dari permasalahan sampah. Melalui sosialisasi dan berbagai kegiatan peduli lingkungan bersama komunitas serta para relawan, terjadinya kerusakan mata air, bencana banjir, hingga krisis pangan dapat diminimalisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....