Perkedel, Frikadelnya Belanda dengan Cita Rasa Nusantara
- 29 Agt 2026 21:14 WIB
- Kediri
RRI CO.ID, Kediri- Perkedel adalah salah satu lauk pendamping nasi yang sangat disukai banyak orang. Proses pembuatannya mudah, bahannya gampang didapat, dan rasanya nikmat. Namun siapa sangka, Perkedel adalah bentuk akulturasi budaya yang diperoleh masyarakat Indonesia setelah hadirnya Belanda ke tanah air. Orang Belanda mengenalnya dengan sebutan Frikadel.
Masa kependudukan Belanda membuat masyarakat waktu itu mencontoh proses pembuatan Frikadel untuk diadaptasi dengan sentuhan cita rada dan bahan lokal Indonesia. Mengutip dari Good News From Indonesia, Frikadel dibuat dari daging babi cincang atau daging sapi, sementara Perkedel dibuat dari kentang, salah satu bahan pokok yang juga kaya nutrisi.
Frikadel dibuat dengan berbagai bahan seperti bawang, parsley, telur, dna bumbu khasnya. Perkedel pun juga sama. Namun seiring perkembangannya, modifikasi perkedel semakin kreatif, dari yang mulanya berasal dari kentang, sekarang banyak masyarakat yang mengolahnya dari daging seperti Frikadelnya Belanda.
Frikadel sendiri sebenarnya tidak hanya bisa ditemui di Belanda, namun juga terdapat di berbagai daerah di kawasan Eropa seperti Jerman, negara-negara Skandinavia, hingga Polandia. Bahkan, sebenarnya makanan ini kemungkinan juga berasal dari negara Denmark atau Jerman.
Buku berjudul Rijsttafel: Budaya Kuliner di Indonesia masa Kolonial 1870 - 1942
karya Fadly Rahman, menyebut pada waktu masa kependudukan Belanda, orang pribumi kesulitan melafalkan kata Frikadel, lama kelamaan penyebutan itu berubah menjadi Perkedel. Di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah sebagian orang menyebutnya sebagai "Bergedel". Sementara di Sumatera, mereka menyebutnya dengan "Paragede" yang menjadi menu wajib dalam setiap acara adat.
Perkedel ukurannya lebih kecil, frikadel lebih besar dan berisi/padat. Jika frikadel dikenal sebagai makanan mahal, maka perkedel adalah makanan murah tapi tidak murahan dan sangat merakyat. Menurut Tabel Komposisi Pangan Kementerian Kesehatan, per 100 gram perkedel mengandung kalori lebih kurang 220 kkal, karbohidrat ± 20 gr, protein ± 3-5gr, dan lemak ± 12-15 gr.
Resep Eropa yang dinusantarakan, begitulah kiranya, Perkedel akhirnya menjadi makanan turun termurun lintas generasi yang dapat dijumpai di mana saja. Lauk ini juga sering disandingkan dengan soto, rawon, sop, nasi kuninga, dan lain sebagainya sesuai selera masing-masing. Perkedel pun menjadi hidangan rumahan yang tidak boleh ketinggalan serta menjadi ikon yang dicintai banyak kalangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....