Aneka Jenis Ikan Asin Masih Menjadi Primadona Warga Kediri
- 12 Jul 2026 08:57 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Aneka Jenis Ikan Asin Masih Menjadi Primadona Warga Kediri
- Pesona aneka jenis ikan asin sedikitpun tidak tergeser oleh gempuran berbagai kuliner modern
RRI.CO.ID, Kediri – Meskipun berbagai varian kuliner modern dengan sajian kekinian telah menjamur di Kediri, Jawa Timur, namun pesona aneka jenis ikan asin sedikitpun tidak tergeser hingga sekarang. Kuliner tradisional beraroma khas ini masih menjadi primadona dan buruan warga untuk melengkapi menu makan sehari-hari.
Di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Setono Betek dan Pasar Pahing, Kota Kediri, lapak pedagang aneka olahan ikan asin tidak pernah sepi pembeli. Berbagai jenis ikan asin seperti peda, cucut, teri medan, jambal roti, sepat, layur, hingga pindang, selalu laris manis setiap harinya. Uniknya, setiap varian ikan asin memiliki penggemar sesuai selera masing-masing.
“Kalau orang Kediri menyebut ikan asin dengan istilah ‘iwak gereh’. Kalau suka ikan asin ukuran kecil biasanya yang dicari teri, kalau agak besar lagi ada pindang, sepat, atau layur. Tergantung selera,” kata Uswatun Hasanah, salah satu pedagang ikan asin di Pasar Pahing, Kota Kediri, Minggu, 12 Juli 2026.
Menurut perempuan berusia 49 tahun ini, bertahannya tren konsumsi ikan asin di Kediri dipicu oleh sejumlah faktor. “Yang pasti harganya ramah di kantong untuk semua kalangan masyarakat. Selain itu, tahan lama dan bisa disimpan tanpa harus dimasukkan kulkas,” ujar Uswatun, sapaan akrabnya, Minggu pagi.
Aroma khas ikan asin, apapun jenisnya, terbukti ampuh untuk membangkitkan selera makan sehingga keberadaannya tetap lestari hingga lintas generasi. Sementara itu, warga Kediri memiliki cara tersendiri untuk menikmati hidangan ikan asin dengan menyantapnya bersama menu utama seperti sambal tumpang, sayur lodeh pedas, atau nasi ampok (red. jagung).
Secara historis, olahan ikan asin sudah dikonsumsi masyarakat Nusantara sejak zaman Mataram Kuno sekitar abad ke-9 atau ke-10 Masehi. Bahkan dalam dunia kuliner tradisional, menu legendaris ini termasuk yang paling banyak diminati oleh masyarakat dengan berbagai strata dan segmentasi usia sejak dulu kala.
“Kalau saya sudah langganan beli ikan asin peda dan sepat. Suami suka tekstur peda yang dagingnya basah, kenyal, gurih. Kalau anak-anak lebih suka sepat karena tipis, garing, renyah. Seringnya dimakan pakai sayur asem dan sambal terasi,” ucap Ika Mardiana, warga Perumahan Permata Hijau, Kota Kediri kepada RRI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....