Jajanan Manis Legendaris ‘Telek Kucing’ Masih Eksis
- 02 Apr 2026 16:11 WIB
- Kediri
Poin Utama
- jajanan manis legendaris
- telek kucing
- bidaran manis
RRI.CO.ID, Kediri – Meski memiliki nama nyeleneh dan kurang lazim dipakai dalam penyebutan makanan, nyatanya jajanan manis legendaris ‘telek kucing’ yang berarti kotoran kucing masih eksis hingga kini. Tidak jarang manakala memasuki momen Idul Fitri 1447 H, toples lebaran masih diramaikan dengan hadirnya kuliner jadul bertekstur renyah ini.
“Istilah modernnya bidaran manis. Varian lainnya ada bidaran keju. Tapi orang Kediri masih banyak yang menyebutnya telek kucing,” kata Ika Mardiana (48), pelaku wirausaha kuliner kue kering asal Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis, 2 April 2026.
“Lebaran tahun ini masih banyak peminat bidaran manis karena harganya jauh lebih murah dibandingkan nastar dan kastengel.”
Menurut perempuan yang berdomisili di Perumahan Pemata Hijau Kota Kediri ini, tips supaya kue bidaran manis bertekstur renyah di luar dan legit di dalam, kunci utamanya ada pada proses penggorengan.
“Gen Z tahunya roti bidaran manis. Kalau generasi milenial seperti saya atau boomers, menyebutnya telek kucing. Alhamdulillah tahun ini masih laris manis,” ujar Ika.
Selain rasa manis menggoda dan mendominasi ketika menikmati jajanan bidaran, penggunaan sejumlah bumbu tradisional seperti bawang putih dan bawang merah turut menghadirkan cita rasa gurih yang digemari para pecinta camilan. Bidaran manis, telek kucing, atau apapun sebutan untuk makanan ringan jadul ini, nyatanya sulit tergeser oleh inovasi kue-kue modern.
“Sebagian tamu-tamu yang berkunjung untuk silaturahmi lebaran sudah mulai jenuh dengan kue-kue modern seperti brownies kering, cookies, atau sejenisnya,” ucap Ika saat ditemui RRI Kediri di kediamannya,
“Yang dicari justru suguhan lebaran zaman dulu seperti keripik gadung, rengginang, madu mongso, jenang, sama bidaran manis atau telek kucing.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....