UMKM Pesantren Ramaikan Bazar Ramadan dengan Jadah Bakar
- 07 Mar 2026 20:26 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Sejak dibukanya Bazar Ramadan di Jalur Lintas Sumber Rempi (JLS), Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, UMKM Pesantren turut meramaikan dengan berjualan olahan jadah bakar sebagai menu takjil. Kuliner tradisional satu ini tidak dipungkiri memang masih laris manis di pasaran hingga saat ini.
“Alhamdulillah sejak hari pertama jualan di JLS lumayan laris. Sebagian ada yang minta dibakar, ada juga yang order original tanpa dibakar,” kata Anis Rahmawati (48), perempuan yang menjaga lapak jadah bakar di sisi barat JLS, Sabtu sore, 7 Maret 2026. “Apalagi kalau cuaca cerah, biasanya sampai habis diborong para pembeli takjil.”
Perempuan berhijab dan berkacamata ini menuturkan bahwa proses pembuatan jadah bakar yang cepat dan praktis membuat jajanan tradisional ini masih digemari di era kini. “Sekali bakar biasanya bisa sampai lima atau enam menitan jadi pembeli tidak harus menunggu lama,” ujar Anis seraya menceritakan keinginannya untuk berjualan minuman juga sebagai pelengkap.
Sebagai makanan tempo dulu, jadah memiliki simbol tradisi dan budaya nusantara yang wajib dilestarikan dan dikembangkan. Dibalik warnanya yang putih serta teksturnya yang legit dan lengket, jadah adalah sebuah ilustrasi betapa pentingnya menjaga kesucian jalinan persaudaraan yang erat dan abadi.
Sementara itu, Fitri (40), warga Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri yang berkesempatan berburu takjil di JLS, menurutnya jadah bakar turut memperoleh sentuhan inovasi. “Sejak jadah bakar beredar luas di masyarakat, jadah bukan lagi makanan yang identik dengan acara adat seperti selamatan, tetapi bisa dikonsumsi sebagai camilan sehari-hari,” ucapnya kepada RRI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....