Kentang Goreng, Si Ikon Restoran Cepat Saji
- 30 Jun 2025 21:02 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Kentang goreng, cemilan lezat satu ini ternyata memiliki sejarah panjang sebelum terkenal sampai hari ini dan menjadi ikon restoran cepat saji di mana saja. Disajikan dengan hamburger, ayam goreng, atau menu lain yang relevan dan ditambah dengan cocolan saus tomat atau saus sambal sebagai pelengkapnya. Terkadang rasanya berbeda jika datang restoran cepat saji tanpa memesan kentang goreng.
Dalam buku Foods That Changed History, kentang goreng berasal dari di Eropa, meski kentang bukan tanaman umbi-umbian asli dari Benua Biru. Meski berangkat dari sana, Eropa tidak memahami tentang kentang. Orang Eropa biasanya makan makanan dari lobak, beberapa jenis sayuran, roti (baik gandum maupun rye), kacang polong, lentil, dan buncis. Sebelum abad ke-18, orang Eropa belum pernah melihat makanan seperti kentang. Bahkan, hingga tahun 1700-an, hanya sedikit di antara mereka yang makan kentang.
Kentang diperkirakan dibawa ke Eropa dari benua Amerika pada abad ke-16. Saat itu, kentang tidak dianggap sebagai tanaman eksklusif atau glamor, tetapi sebagai tanaman yang mudah tumbuh dan bergizi. Seiring berjalannya waktu, kentang menjadi populer di Eropa. Di sisi lain sejarah menyebut klaim asal usul kentang berasal dari Belgia dan Perancis.
Mengutip statement, Emily Monaco dalam “Can Belgium Claim Ownership of the French Fry? Dalam tayangan BBC 2018, para pendukung cerita ini mengklaim bahwa Belgia bukan sekedar sumber kentang goreng, tetapi juga menjadi sumber dari namanya tentara Amerika, yang ditempatkan di wilayah Francophone selama Perang Dunia I. Diduga mereka menjuluki kentang dengan sebutan French fries, dan lahirlah julukan yang kini dikenal luas.
Sementara, awal mula kentang goreng di Prancis dikaitkan dengan seorang ahli agronomi bernama Antoine-Agustin Parmentier yang pernah menjadi tahanan Prusia. Di abad ke-18, ia melakukan berbagai cara untuk memperkenalkan kentang kepada orang-orang Prancis. Sebagai upaya untuk menarik perhatian dan meningkatkan daya tarik kentang, Parmentier menyewa tentara untuk menjaga ladang kentangnya. Ia bahkan mengizinkan warga ‘mencuri’ kentang di tengah malam, sehingga semakin menambah popularitas kentang itu sendiru. Pada 1795, akhirnya kentang telah mencapai popularitas di seluruh negeri di Prancis.
Bentuk pertama dari hidangan kentang ini disebut pomme Pont-Neuf, yaitu kentang goreng yang dijual oleh pedagang gerobak dorong di jembatan tertua di Paris, Pont Neuf yang terkenal pada akhir abad ke-18.
Jurnalis dan kritikus makanan, John F. Mariani mencatat dalam Encyclopedia of American Food and Drink, bahwa di Prancis, kentang goreng telah muncul dalam buku-buku resep tahun 1790-an, hidangan ini hanya disebut pommes frites. Istilah french fries tidak merujuk pada kentang goreng, melainkan mengacu pada cara mengiris kentang atau frenched.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....