Mencicipi Nasi Bakar Mbah Nug di Pasar Wates

  • 31 Mei 2025 15:09 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Setiap akhir pekan tiba, kurang nikmat rasanya jika belum wisata kuliner, terutama pada libur panjang Kenaikan Isa Al Masih dan momen cuti bersama. Seperti yang terlihat di Pasar Wates, Kabupaten Kediri, bila pada pagi hari area itu identik dengan berjualan aneka sayur, bahan pokok, maupun barang lain, tapi saat malam hari tempat tersebut seolah disulap menjadi surga kuliner aneka menu tradisional.

Salah satunya, Angkringan Ginastel milik Mbah Nug, di Pasar Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, pada Jumat malam (30/5/2025). Sumirat, seorang pembeli di Angkringan Ginastel, Pasar Wates, Kabupaten Kediri, menyebutkan, ketika berada di tempat ini malam hari memang sangat menyenangkan.

Apalagi, ada banyak penjual beragam menu kuliner. "Kalau di Angkringan Ginastel, saya paling suka Nasi Bakar. Selain bisa mengenyangkan, rasanya nikmat karena ada perpaduan bumbu rempah dan aroma bakaran begitu," kata Sumirat.

Masih dikatakan pembeli asal Doko, Kabupaten Kediri ini, selama di Angkringan Pasar Wates itu, masyarakat bisa menemukan banyak panganan, mulai dari berbagai potongan daging ayam yang dibakar, seperti Kepala Ayam Bakar, Nasi Bakar, Usus Bakar, Sosis Bakar, sampai Tempura Bakar.

"Kadang kalau saya lagi lapar, ya tidak cuma beli Nasi Bakar. Tapi juga pesan menu bakaran lain, seperti Usus Bakar, Sosis Bakar buat tambahan lauk pauk atau teman minum kopi," katanya.

Di tempat ini, Mbah Nug, pemilik Angkringan Ginastel di Pasar Wates, Kabupaten Kediri, menyebutkan, semua makanan ini diolah dengan dibakar di atas bara arang, sehingga memunculkan aroma yang khas dan menarik perhatian konsumen.

"Kalau yang paling dicari pembeli biasanya Nasi Bakar, karena kata mereka rasanya enak, gurih, dan bumbu rempahnya bisa memanjakan lidah," kata pria yang akrab disapa Mbah Nug.

Terkait harga menu yang dijualnya, Mbah Nug mengaku, semuanya dipatok dengan sangat terjangkau. Rata-rata antara Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per item, dan hal tersebut menjadi daya tarik banyaknya masyarakat yang mampir ke angkringannya.

Selain dari segi harga, aspek berikutnya adalah layanan ramah yang disuguhkan oleh Mbah Nug dan karyawannya. Hal ini juga ditunjang suasana malam di Pasar Wates Kabupaten Kediri yang nyaman, sehingga tampak seperti di rumah sendiri.

"Saya selalu berpesan kepada karyawan, untuk tersenyum dan bersikap ramah saat menyapa pembeli," katanya.

Mbah Nug menceritakan, angkringan tersebut didirikannya sejak dua tahun terakhir. Lalu hingga sekarang, seiring dengan makin banyak konsumen yang datang maka pihaknya telah memiliki tim kecil yang terdiri dari dua orang pekerja.

Adapun, lanjutnya, tugas setiap karyawan itu berbeda. Misal ada yang fokus untuk pembakaran, dan seorang lagi meracik minuman. Kemudian jika ada peningkatan pembeli seperti libur panjang sekarang, maka Mbah Nug menambah jumlah tenaga kerja sehingga bisa memberi pelayanan optimal bagi pengunjung di angkringannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....