Syawal Penuh Makna dengan Lepet Pendamping Ketupat

  • 10 Apr 2025 09:12 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Pascaberakhirnya bulan Ramadan, umat Muslim memasuki bulan Syawal. Banyak warga yang memanfaatkan momen penting setahun sekali ini dengan Halalbihalal. Untuk mewarnai Syawal sebagai penanda waktu lebaran, lepet pendamping ketupat boleh dikatakan merupakan kudapan yang wajib ada dalam setiap acara.

Menurut Umi Kulsum (65), warga Kota Kediri, yang memiliki hobi memasak, masyarakat Indonesia tidak akan bisa lepas dari tradisi dan budaya. “Kalau lebaran pasti identik dengan berbagai macam jenis olahan ketupat. Tidak hanya itu, orang Jawa tidak akan merasa lengkap kalau tidak menyajikan lepet untuk pendampingnya,“ kata Umi, sapaan akrabnya, Kamis (10/4/2025).

“Yang unik adalah ketupat dan lepet sama-sama dibungkus pakai janur (red. daun kelapa muda). Bedanya kalau lepet bentuknya sedikit memanjang, ketupat berbentuk segi empat. Kalau ketupat terbuat dari beras, lepet dibuat dari beras ketan putih yang memiliki rasa gurih dan manis,“ ujarnya, kepada RRI Kediri.

Perempuan dengan tiga orang cucu ini turut menjelaskan arti dan filosofi yang terkandung dalam kudapan tradisional lepet. “Lepet itu kalau dalam bahasa Jawa sama dengan ‘lepat’ yang artinya kesalahan. Lepet memiliki kepanjangan ‘silep kang rapet’, artinya menutup rapat-rapat segala kesalahan baik yang besar maupun kecil di hari yang fitri,“ ucapnya.

Selain kehadirannya yang seringkali berdampingan dengan ketupat lebaran, lepet dipercaya memiliki banyak makna simbolis yang sakral dalam mewujudkan silaturahmi yang baik dan interaksi sosial di tengah masyarakat. Hal ini menjadikan lepet bukanlah sekedar kudapan melainkan berfungsi sebagai pengingat agar manusia saling damai dengan maaf memaafkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....