Opak Upil Masih Menjadi Oleh-Oleh Favorit Pemudik
- 06 Apr 2025 04:48 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Meskipun Kota Kediri dikenal dengan sebutan Kota Tahu sesuai dengan banyaknya industri tahu kuning yang sudah banyak beroperasi di kota ini, namun ternyata opak upil (red. kerupuk digoreng menggunakan pasir) masih menjadi oleh-oleh favorit pemudik. Menurut Dian Kridawati (41), warga Bantul, Yogyakarta, selain harganya murah, rasanya gurih dan renyah.
“ Kalau anak-anak sukanya opak upil varian pedas manis. Kalau suami saya sukanya yang pedas sambel. Murah meriah, cuma Rp 20 ribu sudah dapat tiga kerupuk ukuran besar, “ kata Dian, sapaan akrabnya, Sabtu (5/4/2025) seraya bercerita bahwasanya opak upil memiliki beberapa sebutan berbeda seperti kerupuk pasir dan opak goreng wedhi (red. pasir).
Dian turut berbagi pengalamannya selama kurang lebih 18 tahun mudik ke tanah kelahiran suaminya di Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, bahwa opak upil tidak pernah absen dari agenda kulinernya. “ Kalau saya lebih suka varian bawang terus dimakan sama sayuran pakai sambel pecel. Bisa habis dua piring kalau sudah makan opak pecel, “ ujar perempuan dengan tiga orang anak ini sembari tertawa bahagia.
“Keunikan proses membuat opak upil menjadikannya laris manis dan tetap abadi sampai sekarang. Kalau kerupuk biasanya digoreng dengan minyak panas, opak upil digoreng menggunakan pasir panas jadi dipastikan rendah kalori dan lebih sehat, “ ucap Dian kepada RRI Kediri.
Sebagai informasi, penamaan opak upil dinilai sebagian masyarakat kurang lazim karena dalam Bahasa Jawa upil berarti kotoran hidung. Hal ini bukan tanpa alasan karena selain ukuran opak upil yang kecil dan kini hadir dengan banyak varian, rasanya yang asin seringkali dianggap menyerupai upil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....