Madumongso Kudapan Primadona Saat Lebaran

  • 02 Apr 2025 20:24 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Meskipun aneka ragam kue kering modern ramai mewarnai lebaran, namun kehadiran kudapan tradisional madumongso ternyata masih menjadi primadona saat Idulfitri tiba. Bahkan menurut Kartini (55), pelaku wirausaha kuliner Jenang dan Madumongso, asal Kota Kediri, belum lebaran namanya kalau di meja tamu tidak dihidangkan madumongso.

“Coba saja kalau ada madumongso, tamu-tamu pasti lebih antusias karena memang ini warisan kuliner turun-temurun. Selain itu, anak muda zaman sekarang juga tetap harus dikenalkan dengan jajanan jadul. Buktinya mereka tetap banyak yang suka,“ kata Kartini yang juga melayani pesanan bermacam-macam jenis keripik ini, Rabu (2/4/2025).

Perempuan yang sudah lama menjalankan bisnis kudapan tempo dulu ini turut berbagi tips bagaimana cara membuat madumongso dengan tekstur dan rasa yang tidak mengecewakan.

“Kuncinya ada di tahap fermentasi ketan hitamnya. Memang proses membuat madumongso butuh waktu lama bisa sampai tiga hari. Kalau terlalu cepat, rasanya hambar. Kalau terlalu lama, pasti terlalu asam,“ ujar Kartini, Rabu sore. “Selain fermentasi, sabar dan telaten dibutuhkan dalam membuat madumongso. Kalau kurang sabar dan fokus bisa gagal. Bayangkan, butuh waktu hingga tiga hari mulai merendam ketan, fermentasi, kemudian dimasak dengan santan, garam, gula merah, semua diaduk berjam-jam di wajan besar sampai teksturnya padat dan warnanya hitam kecokelatan.“

Kartini tidak dapat menutupi rasa bahagianya manakala pesanan madumongso naik dua kali lebih banyak menjelang Idul Fitri. “Memasuki puasa ke lima belas biasanya saya sudah close order. Kalau tidak begitu bisa kewalahan. Pelanggan seleranya macam-macam. Sebagian minta dibungkus plastik biar tetap tampil modern. Sebagian dengan kertas warna-warni supaya bernuansa jadul,“ kata perempuan dengan enam orang cucu ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....