Apem Menjadi Simbol Tradisi Megengan Mayarakat Jawa Timur

  • 28 Feb 2025 19:08 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Istilah ‘megengan’ tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di Provinsi Jawa Timur. Seperti lazimnya tradisi yang berlangsung setiap tahunnya dalam menyambut datangnya bulan suci ramadhan, keberadaan kue apem saat megengan menjadi simbol permohonan maaf dan perwujudan rasa syukur.

Andaniati (65), warga Ngadiluwih, Kabupaten Kediri Jawa Timur, ia tidak membatasi cara orang dalam menafsirkan arti simbol apem setiap saat tradisi megengan berlangsung. “ Tergantung cara kita masing-masing mengartikan. Yang penting nawaitunya, niatnya. Kalau menurut saya, apem berwarna putih. Saatnya kita kembali putih dan suci untuk menyambut bulan puasa,“ kata Andan, sapaan akrabnya, Jum’at sore (28/2/2025).

Sementara itu, perempuan pensiunan PNS Guru ini turut menyebut istilah ‘ahwan’ dari sebuah artikel yang pernah ia baca. “ Sebutan apem berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti permohonan maaf dan ampunan. Harapannya, ketika berpuasa seluruh umat dalam keadaan bersih dari konflik dan memiliki kelapangan dada untuk maaf memaafkan, “ ucap Andan kepada RRI Kediri.

“Bisa juga diartikan memohon ampunan Alloh. Biasanya apem dan nasi masing-masing warga telah dipersiapkan dari rumah untuk kemudian dibawa ke Mushola atau Masjid, dilanjutkan dengan acara doa sebelum akhirnya makan bersama, “ ujar perempuan yang memiliki hobi memasak sejak berusia muda ini.

Sebagai informasi, kemunculan kue apem dalam jumlah banyak merupakan wujud dari akulturasi budaya, yakni penggabungan Islam dan budaya Jawa saat penyebaran Islam memasuki tanah Jawa. Sebelum melaksanakan megengan, warga biasanya sudah melakukan ziarah kubur terlebih dahulu setiap datangnya bulan suci ramadhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....