Membuka Bulan Kedua dengan Menu Rawon dan Filosofinya
- 01 Feb 2025 07:06 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Tidak terasa bulan pertama di tahun 2025 telah terlewati, dengan berbagai refleksi dan resolusi masing-masing orang yang tentu bermacam-macam. Kini memasuki bulan kedua yang harapannya akan jauh lebih baik, rasanya pas jika dibuka dengan salah satu masakan asli Jawa Timur, yaitu ‘rawon’ disertai pendalaman filosofinya untuk memotivasi diri.
Rahayu Ningsih (66), pemilik salah satu kedai makanan di Kawasan Bundaran Sekartaji Kota Kediri, mengaku, bahwasanya menu rawon masih menjadi menu favorit sampai sekarang. “Diantara menu makanan yang saya jual, rawon yang paling banyak dipesan pelanggan. Urutan keduanya nasi pecel yang merupakan khas Kediri, “ kata Ning, sapaan akrabnya, Sabtu (1/2/2025).
Menurut perempuan yang telah menjalankan wirausaha warungnya selama lebih dari 25 tahun ini, penyajian rawon yang sederhana namun memiliki citarasa tersendiri membuatnya menjadi makanan primadona di berbagai kesempatan.
“Sekarang kalau ada acara pernikahan, pengajian, arisan keluarga, rawon seringkali menjadi menu pilihan karena simpel dan tidak ribet,“ ujarnya, kepada RRI.
Mengenai filosofi rawon, kuahnya yang hitam pekat namun memiliki rasa yang dahsyat mengilustrasikan warna gelap tidak selalu mengisyaratkan sesuatu yang buruk. Hal ini mengajarkan pentingnya untuk tidak selalu menilai orang lain hanya dari tampilan luarnya saja, tanpa mau mengenal dan mengetahui lebih dalam.
Dari keberagaman bumbu rawon yang mengandung rempah-rempah khas Nusantara, ini merupakan simbol persatuan dan kesatuan yang melahirkan sesuatu yang harmonis dengan diikuti banyak kebahagiaan dan kedamaian. Selain itu, hidangan rawon yang dulunya hanya dapat dinikmati di istana namun kini banyak tersedia di restoran maupun warung, merefleksikan sebuah perjalanan budaya maupun sosial yang menakjubkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....