Seblak Prasmanan Jadi Tren Baru di Kediri

  • 24 Nov 2024 12:04 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Tren bisnis kuliner seblak dengan konsep prasmanan semakin menjamur di Kediri, Jawa Timur. Inovasi ini memungkinkan pelanggan memilih sendiri isian seblak sesuai selera, menciptakan pengalaman baru dalam menikmati makanan berkuah pedas.

Seblak prasmanan kini tak hanya tersedia di pusat Kota Kediri, tetapi juga merambah kawasan perkampungan. Salah satunya berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, yang ramai dikunjungi pembeli.

Warung seblak prasmanan di Tulungrejo mulai ramai sejak buka pukul 10.00 WIB. Pelanggan bisa memilih berbagai isian seperti seafood, bakso, ceker, kerupuk, hingga topping unik seperti kacang pilus dan siomay kering.

Adinia Yekti (22), pelanggan asal Trenggalek, merasa puas dengan variasi menu yang ditawarkan. "Saya hobi makan seblak, sekarang prasmanan jadi lebih seru, seafood dan toppingnya banyak," kata siswi kursus Bahasa Inggris Pare ini, Minggu (24/11/2024).

Pemilik warung, Widyasari (38), mengungkapkan bahwa konsep prasmanan ini terinspirasi dari popularitas seblak di kalangan anak muda. "Lebih ramai sejak sistemnya prasmanan. Orang puas memilih sesuai selera," ujarnya.

Menurutnya, model ini juga mempermudah operasional warung. "Kami tinggal masak sesuai permintaan pelanggan, terutama level pedasnya," jelas Widyasari, yang mengaku belajar memasak dari tutorial YouTube.

Seblak prasmanan menjadi pilihan kuliner yang fleksibel, menawarkan kebebasan pelanggan dalam menentukan porsi dan varian rasa. Konsep ini tidak hanya meningkatkan kepuasan konsumen tetapi juga daya tarik bisnis di tengah persaingan.

Dengan popularitasnya, inovasi ini membuka peluang besar bagi pelaku UMKM kuliner untuk terus berkembang. Kombinasi makanan lezat, konsep menarik, dan pengalaman pelanggan yang unik menjadi kunci daya tariknya.

Seblak prasmanan juga menunjukkan bagaimana adaptasi bisnis berbasis tren dapat meningkatkan daya saing. Inovasi ini memperlihatkan bahwa kuliner tradisional dapat dikemas modern tanpa kehilangan identitas.

Widyasari berharap konsep ini terus berkembang dan menarik lebih banyak pelanggan. "Semoga usaha ini bisa memberi inspirasi untuk pelaku usaha lain," terangnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....