Ikan Wader Cegah Stunting

  • 30 Agt 2026 09:40 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID. Kediri - Wader, ikan yang sering ditemui di perairan tawar ini ternyata kaya akan kandungan gizi. Bukan sekedar lauk atau cemilan gurih nan nikmat, wader sebagai sumber pangan lokal, per 100 gramnya memiliki komposisi kandungan protein kisaran 14,88–20 gram, sedangkan asam lemak omega-3 berkisar 0,5–2,27 gram.

Ikan wader masuk dalam famili Cyprinidae. Nama ilmiahnya adalah Rasbora lateristriata. Wader memiliki beberapa jenis, diantaranya Wader Pari yang dikenal juga sebagai Lunjar Padi. Berbadan pipih dan berwarna kuning keemasan dan putih keperakan. Selanjutnya adalah Wader Cakul, nama lainnya Wader Bintik Dua, yang populer dikonsumsi di wilayah Jawa Timur.

Berbeda dengan Wader Bintik, spesies endemik yang memiliki pola bintik pada tubuhnya. Selain itu ada juga Wader Tongkok, ikan wader yang lebih sering hidup di perairan dangkal atau dekat permukaan air di antara tetumbuhan. Ikan wader juga memiliki sebutan berbeda seperti seluang di Sumatra, dan Paray di Jawa Barat.

Ikan wader tergolong kelompok omnivora yang memakan berbagai jenis makanan seperti plankton, larva serangga, dan serpihan tumbuhan. Siklus hidupnya relatif pendek, namun mereka mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan. Dalam setahun, populasi ikan wader dapat berkembang hingga tiga generasi selama musim penghujan.

Dikutip dari laman Mongabay, gizi pada ikan wader dapat mencegah stunting sekaligus meningkatkan kekebalan dan pertumbuhan otot tubuh. Ikan wader memiliki asam lemak omega 3 dan zat besi yang tidak kalah baik dibanding ikan jenis lainnya. Omega 3 ini bermanfaat bagi kesehatan pada anak, peningkatan fungsi dan perkembangan saraf anak yang mengalami pertumbuhan.

Tidak hanya bagi anak, ibu hamil juga disarankan mengonsumsi ikan wader untuk menambah nilai gizi dalam produk makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Apalagi Indonesia memiliki kasus ibu hamil kurang gizi hingga anak stunting yang cukup tinggi di Asia Tenggara. Maka, ikan wader bisa menjadi solusi pemanfaatan pangan lokal bergizi, meski habitatnya saat ini sudah mulai punah dan sulit ditemukan.

Menurut Halodoc, Ikan wader umumnya berukuran relatif kecil, antara 5 hingga 10 sentimeter. Meski demikian, beberapa spesies tertentu, ukurannya bisa mencapai lebih dari itu. Ikan wader hidup berkelompok dan sangat menyukai perairan tenang, seperti sungai, danau, dan rawa sebagai habitat alamai untuk berkembang biak. Berkat nutrisinya yang lengkap, wader memiliki manfaat signifikan. Asupan protein dan omega-3 cukup sangat krusial dalam 1000 hari pertama kehidupan untuk mendukung pertumbuhan optimal anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....