Dinkes Kediri Perluas Tracing untuk Temukan Kasus TBC

  • 29 Agt 2026 16:30 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Dinas Kesehatan Kota Kediri memperluas penelusuran atau tracing Tuberkulosis (TB) untuk menemukan kasus yang belum terdeteksi di masyarakat. Langkah ini dilakukan dengan menyasar warga yang memiliki riwayat kontak dengan penderita TB dan mengintegrasikan pemeriksaan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, Sp.P, mengatakan penemuan kasus secara aktif menjadi bagian penting dalam upaya mempercepat penanganan TB. Terlebih, jumlah kasus yang ditemukan di Kota Kediri masih cukup tinggi. Sejak Januari hingga Agustus 2026, Dinkes Kota Kediri telah mencatat 1.240 kasus TB.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk memperluas penelusuran agar penderita yang belum mengetahui kondisi kesehatannya dapat segera ditemukan dan memperoleh pengobatan. “Kasus TB masih cukup tinggi, sehingga sebanyak mungkin kasus yang ada di masyarakat perlu ditemukan. Dengan penemuan yang lebih cepat, pengobatan bisa segera dilakukan dan penularan dapat dicegah,” ujar Hamida, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Tracing dilakukan secara bertahap pada 50 locus yang tersebar di sembilan puskesmas di Kota Kediri. Hingga akhir Agustus 2026, penelusuran telah menjangkau 12 locus dengan sasaran sekitar 100 warga di setiap lokasi.

Prioritas diberikan kepada masyarakat yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TB. Pemeriksaan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari skrining TB, CKG, hingga pemeriksaan X-ray menggunakan perangkat portable yang dapat dibawa langsung ke lokasi sasaran.

Penggunaan perangkat tersebut memungkinkan pemeriksaan dilakukan di tengah masyarakat, sehingga kelompok yang memiliki risiko terpapar TB dapat dijangkau tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan terlebih dahulu. Dari penelusuran yang telah berjalan, sejumlah peserta ditemukan menunjukkan dugaan TB berdasarkan hasil pemeriksaan X-ray. Temuan tersebut kemudian dikonsultasikan kepada dokter spesialis paru untuk memastikan kondisi pasien.

Hamida menjelaskan, apabila pemeriksaan lanjutan memastikan seseorang terdiagnosis TB, pasien akan langsung diarahkan menjalani pengobatan melalui puskesmas. “Ketika hasil pemeriksaan lanjutan menyatakan pasien positif TB, penanganan akan segera dilanjutkan melalui puskesmas. Jadi, tracing diarahkan tidak hanya untuk menemukan kasus, tetapi juga memastikan pasien mendapatkan pengobatan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, tracing melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Kediri serta radiografer dari RS Kilisuci. Dinkes mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala TB, terutama batuk yang tidak kunjung sembuh selama sekitar dua minggu atau lebih. Gejala tersebut dapat disertai penurunan berat badan, berkurangnya nafsu makan, keringat berlebih pada malam hari, serta demam yang berlangsung terus-menerus.

Hamida juga menekankan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Obat TB telah disediakan pemerintah secara gratis, namun keberhasilan terapi sangat bergantung pada kedisiplinan pasien menyelesaikan pengobatan.

“Pengobatan TB sudah ditanggung pemerintah dan diberikan secara gratis. Yang tidak kalah penting adalah pasien harus patuh menjalani pengobatan sampai selesai, dengan dukungan keluarga dan lingkungan,” katanya.

Selain tenaga kesehatan, dukungan pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas, keluarga, dan masyarakat diperlukan untuk membantu memastikan pasien menyelesaikan pengobatan. Langkah tersebut sekaligus untuk mengurangi risiko penularan di lingkungan sekitar.

Perluasan tracing diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus TB yang belum teridentifikasi. Penanganan sejak dini menjadi bagian dari upaya Dinkes Kota Kediri menekan penularan dan mendukung target eliminasi TB pada 2030.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....