Waspadai Bahaya Tidur di Mobil dengan Mesin dan AC Menyala
- 23 Jul 2026 18:48 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Tidur di dalam mobil dengan mesin dan AC yang tetap menyala dapat menimbulkan risiko serius bagi keselamatan. Menurut Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia, Prof. Dr. Agustinus Zulys, M.Sc., kondisi tersebut berpotensi menyebabkan paparan gas karbon monoksida (CO) yang mematikan tanpa disadari oleh korbannya.
Dalam penjelasannya pada segmen Behind the Science, Zulys mengatakan bahwa mobil yang mesinnya masih hidup akan menghasilkan gas buang, salah satunya karbon monoksida. Gas ini tidak memiliki warna maupun bau sehingga tidak dapat dikenali oleh indera manusia.
"Karbon monoksida tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak bisa dideteksi oleh indera manusia. Gas ini bisa masuk ke dalam mobil melalui kebocoran knalpot, sirkulasi AC, atau ketika kendaraan berada di ruang parkir yang tertutup," ujar Zulys.
Ia menjelaskan, bahaya utama karbon monoksida terjadi ketika gas tersebut masuk ke dalam tubuh dan berikatan dengan hemoglobin di dalam darah. Ikatan karbon monoksida dengan hemoglobin disebut jauh lebih kuat dibandingkan oksigen, sehingga menghambat distribusi oksigen ke organ-organ vital, terutama otak.
"Karbon monoksida mengikat hemoglobin sekitar 200 kali lebih kuat daripada oksigen. Akibatnya, oksigen tidak sampai ke otak. Korban biasanya tidak merasa panik atau sesak napas, tetapi justru merasa rileks, mengantuk, lalu tertidur pulas," ucapnya.
Menurut Zulys, kondisi tersebut membuat keracunan karbon monoksida sangat berbahaya karena berlangsung tanpa gejala yang mudah dikenali. "Di saat korban tertidur, otaknya perlahan kehilangan oksigen dan bisa tidak pernah bangun lagi. Karbon monoksida tidak memberi alarm, tetapi mematikan secara diam-diam," katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Zulys mengimbau masyarakat untuk tidak tidur di dalam mobil dengan mesin menyala, terutama di ruang tertutup. Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan knalpot kendaraan tidak mengalami kebocoran. "Kalau memang harus berhenti untuk beristirahat, sebaiknya matikan mesin. Jika tetap berada di dalam mobil, pastikan ada sirkulasi udara yang memadai. Bahaya besar sering kali berawal dari hal-hal kecil yang tidak terlihat," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....