Penyebab Kulit Kering dan Gradakan yang Jarang Disadari
- 22 Jul 2026 06:25 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Fenomena kondisi kulit wajah yang mendadak kering hingga bertekstur kasar (gradakan) sering kali dikeluhkan oleh masyarakat. Banyak orang berasumsi bahwa permasalahan tersebut muncul akibat kurangnya konsumsi air putih atau penggunaan pelembap (moisturizer) yang masih minim. Padahal, gangguan pada tekstur kulit tidak selalu berakar dari kurangnya asupan cairan tubuh semata.
Edukator kesehatan sekaligus apoteker, Maria Ana Mustika, melalui akun media sosialnya @apotekerana, meluruskan kekeliruan persepsi yang marak terjadi di tengah masyarakat tersebut. Menurutnya, kondisi kulit yang halus dan sehat sebetulnya bukan didapatkan dari banyaknya tumpukan produk perawatan (skincare) yang digunakan. Kunci utamanya berada pada ketahanan lapisan pelindung terluar kulit atau yang dikenal dengan istilah skin barrier.
"Kulit halus itu bukan hasil dari banyaknya produk, tapi dari barrier yang tetap utuh. Jadi masalahnya itu bukan karena Anda kurang produk, melainkan karena lapisan pelindung kulitnya belum dijaga dengan baik. Kulit itu bukan butuh ditambah produk terus, tapi dijaga supaya tidak rusak," ujar Apoteker Maria Ana Mustika dalam edukasi digitalnya.
Ana menjelaskan bahwa rusaknya skin barrier justru sering kali dialami oleh orang-orang yang sudah rutin mengaplikasikan produk perawatan kulit sehari-hari. Kesalahan fatal yang kerap tidak disadari adalah penggunaan sabun pembersih muka dengan kandungan bahan pencuci yang terlalu keras. Selain itu, kebiasaan mencuci muka yang terlalu sering atau berlebihan juga menjadi pemicu utama lapisan pelindung kulit terkikis secara perlahan.
Dalam posting tesebut juga disebutkan dampak biologis dari rusaknya skin barrier ini pun diperkuat oleh temuan ilmiah yang dimuat dalam Journal of Clinical & Aesthetic Dermatology. Kerusakan pada lapisan barrier dapat meningkatkan proses Transepidermal Water Loss (TEWL), yakni penguapan air secara berlebihan dari dalam lapisan kulit ke udara bebas. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan tekstur kulit berubah menjadi sangat kering, kasar, dan tampak bertekstur (gradakan).
Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, Ana mengimbau masyarakat untuk kembali menerapkan langkah perawatan kulit dasar secara cermat. Pemilihan sabun pembersih wajah disarankan menggunakan produk berformula lembut (gentle) dengan kadar pH yang rendah (low pH). Frekuensi mencuci muka harian juga harus dibatasi agar tidak menghilangkan kelembapan alami kulit.
Selanjutnya, penggunaan pelembap dengan kandungan penguat barrier seperti ceramide atau glycerin wajib menjadi bagian dari rutinitas. Penggunaan tabir surya (sunscreen) di siang hari juga tidak boleh dilewatkan agar kulit terlindungi dari paparan sinar UV. Dengan menjaga dasar-dasar perawatan tersebut, kesehatan skin barrier dapat dipertahankan tanpa perlu menggunakan terlalu banyak produk yang berisiko memperburuk kondisi kulit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....