MARS UMY Studi Kolaborasi Pengobatan Tradisional dan Kedokteran Modern ke China
- 23 Jun 2026 18:19 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Integrasi pengobatan tradisional dan kedokteran modern di China menjadi pembelajaran berharga bagi dunia kesehatan, termasuk Indonesia
- Di wilayah Guangxi, khususnya Kota Nanning, sistem kesehatan menggabungkan Traditional Chinese Medicine (TCM) dengan kedokteran modern dalam konsep integrative medicine (Zhongxiyi Jiehe)
RRI.CO.ID, Kediri – Integrasi pengobatan tradisional dan kedokteran modern di China menjadi pembelajaran berharga bagi dunia kesehatan, termasuk Indonesia.
Pendekatan ini terbukti memberikan manfaat nyata bagi pasien, mulai dari mempercepat pemulihan hingga mengurangi efek samping pengobatan.
Di wilayah Guangxi, khususnya Kota Nanning, sistem kesehatan menggabungkan Traditional Chinese Medicine (TCM) dengan kedokteran modern dalam konsep integrative medicine (Zhongxiyi Jiehe). Bahkan, pendekatan ini semakin unik dengan hadirnya Zhuang Medicine, pengobatan tradisional khas suku Zhuang.
Salah satu dari sebelas peserta studi banding dari program studi Magister Administrasi Rumah Sakit di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (MARS UMY) yang dipimpin dr Ekorini, dr Darwan Triyono mengungkapkan, bahwa kombinasi terapi ini diterapkan secara nyata di sejumlah rumah sakit terkemuka seperti First Affiliated Hospital of Guangxi University of Chinese Medicine dan Ruikang Hospital.
"Studi banding ke China ini kami lakukan pada 16-17 Juni 2026. Kami bersama sejumlah peserta ingin mengetahui bagaimana manfaat kolaborasi kedua pengobatan itu," kata Darwan, saat dihubungi Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Darwan, manfaat paling terasa terlihat pada penanganan penyakit kronis hingga berat, seperti kanker.
"Dalam kasus onkologi, terapi modern seperti operasi, kemoterapi, dan radioterapi tetap menjadi penanganan utama," katanya.
Namun, jelas Darwan, terapi tradisional juga berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh pasien serta mengurangi efek samping seperti mual, kelelahan, dan penurunan nafsu makan.
"Pendekatan ini tidak hanya fokus menyembuhkan penyakit, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup pasien selama menjalani pengobatan," ujarnya.
Selain itu, pada penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi, kombinasi pengobatan memberikan hasil yang lebih optimal. Obat modern bekerja cepat mengendalikan kondisi klinis, sementara terapi tradisional membantu memperbaiki keseimbangan tubuh secara menyeluruh dalam jangka panjang.
"Pasien juga didorong menjalani terapi pendukung seperti Tai Chi dan Qigong yang terbukti membantu pemulihan fisik dan mental secara mandiri," ungkapnya.
Pada kesempatan ini, pihaknya juga menyampaikan, keunikan lain di Guangxi, yaitu penggunaan terapi khas lokal seperti akupunktur benang Zhuang dan kerokan bambu obat. Terapi ini dinilai efektif untuk mengatasi penyakit yang dipicu kondisi lingkungan lembap dan panas.
Ia melanjutkan, sistem pelayanan di rumah sakit berjalan secara kolaboratif. Dokter spesialis kedokteran modern dan TCM melakukan visite bersama untuk memastikan terapi yang diberikan saling melengkapi dan aman bagi pasien.
"Model integrasi ini dinilai bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan layanan kesehatan di Indonesia, terutama dalam menghadirkan pengobatan yang lebih komprehensif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....