Tips Turunkan Lemak setelah Konsumsi Daging
- 29 Mei 2026 00:39 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri- Iduladha, selain sebagai ladang ibadah, menjadi momentum masyarakat menikmati tradisi berkurban. Banyak masyarakat memanfaatkan daging kurban untuk diolah menjadi menu andalan keluarga, seperti semur daging, bakso, soto daging, hingga sate.
Namun, anda perlu waspada, konsumsi daging kurban berlebihan tidak baik bagi kesehatan. Dampaknya mungkin tidak langsung, tetapi efek jangka panjang akan menghantui jika pola hidup tidak berimbang. Artinya, pola hidup yang sehat harus terus dijaga.
Kolesterol akibat lemak jenuh atau lemak jahat yang mengendap di tubuh menjadi sarang penyakit dan memicu resiko kesehatan lainnya. Daging sapi dan daging kambing menjadi penyumbang kolesterol pada tubuh kita.
Kendati daging kambing mengandung beragam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti protein, lemak, kalium, zat besi, zinc, kalsium, selenium, fosfor, folat, vitamin B, vitamin K, dan vitamin E. Sementara daging sapi juga mengandung vitamin B12, B3, B6, seng, selenium, zat besi, fosfor, kreatin, taurin, gluthatione.
Mengutip dari laman Halodoc, daging kambing memiliki kadar kolesterol 63-75 mg dan lemak total 2,6 - 9,2 gram. Sementara daging sapi mengandung kolesterol 73-92 mg dan lemak total 7,7-14 gram. Sehingga, apabila dikonsumsi rutin dan banyak bisa memicu hipertensi dan resiko penyakit jantung.
Dilansir dari laman Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, ketika jumlah kolesterol dalam darah tinggi > 200 mg/dl, maka lama-lama akan mengendap pada pembuluh darah dan menyebbakan penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah ke seluruh tubuh akan terhambat. Jantung pun akan bekerja lebih cepat dan lebih keras dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Inilah awal mula resiko hipertensi dan timbulnya penyakit jantung.
Untuk itu, agar tubuh tetap sehat, maka beberap tips ininakan sangat membantu anda enurunkan lemak jenuh setelah konsumsi daging. Pertama, lakukan olahraga rutin 3-5 kali seminggu. Cukup dalam durasi 30 menit setiap aktivitas fisik. Kedua, konsumsi makanna berserat tinggi, seperti sayur, biji-bijian, atau roti gandum. Untuk diketahui bahwa sayuran hijau dapat menekan peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh. Semetara biji-bijian sepeti kedelai, memiliki kandungan berupa isoflavon dan fitoestrogen yang dapat mencegah penyerapan kolesterol.
Ketiga, rempah-rempah/bumbu dapur. Bumbu dapur seperti kunyit, cabai rawit merah, serei dan jahe terbukti efektif menurunkan kadar kolesterol. Keempat, imbangi makan daging disertai menu lain seperti ikan, alpukat, atau menu yang mengandung lemak tak jenuh. Fungsinya membantu menurunkan kolesterol jahat. Terakhir, apabila telah memiliki riwayat dan apabila kolesterol tidak kunjung turun, maka disarankan untuk melakukan terapi obat satin yaitu simvastatin, lovastatin, atorvastatin, rosuvastatin dan sebagainya.
Selain tips di atas, ada baiknya jika proses pengolahan daging juga diperhatikan. Pilih potongan daging yang tidak tinggi lemak. Potongan tanpa lemak lebih aman dikonsumsi.
Lalu, cara memasak seperti menggoreng atau menambahkan snatan kental pada menu olahan daging, justru meningkatkan kadar kolestrol jahat. Maka pilih cara pengolahan lain yang lebih aman seperti merebus, mengukus, atau memanggang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....