Pengelolaan Darah Pendonor di PMI Kabupaten Kediri Terapkan Sistem FIFO

  • 23 Mei 2026 21:36 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kediri terus memastikan ketersediaan darah bagi masyarakat melalui pengelolaan stok darah yang terukur dan sesuai standar kesehatan. Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Kediri menerapkan sistem First In First Out (FIFO) dalam pendistribusian darah kepada pasien rumah sakit.

Stok (ketersediaan) darah di Markas PMI Kabupaten Kediri saat ini masih terpenuhi, dengan jumlah sebanyak 645 kantong darah. Hal itu berdasarkan dari rilis dari Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Kediri, Sabtu, 23 Mei 2026.

Sesuai data stok darah di PMI Kabupaten Kediri untuk golongan A sebanyak 187 kantong, kemudian untuk darah golongan B tersedia sebanyak 191 kantong. Sedangkan golongan darah O terdapat 188 kantong dan golongan darah AB tersedia sebanyak 79 kantong.

Staf Unit Donor Darah PMI Kabupaten Kediri, Yongki Frida Efendi menjelaskan, sistem FIFO dilakukan agar darah yang pertama kali masuk ke bank darah menjadi prioritas pertama untuk didistribusikan kepada pasien. “Sistem tersebut dinilai efektif menjaga kualitas darah dan meminimalkan risiko darah kedaluwarsa,” ujarnya.

Selain pengelolaan distribusi, PMI Kabupaten Kediri juga menerapkan standar penyimpanan darah sesuai jenis komponennya. Darah utuh disimpan pada suhu 2 hingga 6 derajat celcius dengan masa simpan sekitar 35 hari.

Sel darah merah dapat disimpan hingga 42 hari, sementara plasma darah dibekukan pada suhu minus 27 derajat celcius dapat bertahan sampai satu tahun. Sedangkan trombosit disimpan menggunakan mesin agitator khusus agar tidak menggumpal dengan masa simpan sekitar lima hari.

Untuk menjaga ketersediaan stok, PMI Kabupaten Kediri rutin menggelar kegiatan donor darah baik di markas PMI maupun melalui layanan donor keliling di sejumlah instansi dan wilayah di Kabupaten Kediri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....