Data 2025, Cek Kesehatan Gratis Kediri Baru Jangkau 20 Persen
- 06 Mei 2026 21:13 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Cek Kesehatan Gratis Kediri baru capai 20 persen warga
- Program CKG deteksi dini penyakit menular dan tidak menular
- Rendahnya kesadaran masyarakat jadi kendala utama
- Sekolah jadi sasaran efektif pelaksanaan cek kesehatan
- Dinkes dorong perubahan pola pikir masyarakat soal kesehatan
RRI.CO.ID, Kediri - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu inisiatif pemerintah pusat dalam mendeteksi dini kondisi kesehatan masyarakat, masih menghadapi tantangan di Kabupaten Kediri. Hingga akhir 2025, capaian program tersebut baru menjangkau sekitar 20 persen dari total penduduk.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro, mengatakan bahwa program CKG sebenarnya memiliki manfaat besar sebagai langkah skrining awal berbagai penyakit, baik tidak menular maupun menular.
“Program ini sangat bagus untuk deteksi dini. Kita bisa mengetahui faktor risiko penyakit sejak awal, sehingga bisa dicegah sebelum menjadi komplikasi,” ujarnya, Rabu 6 Mei 2026.
Namun, Bambang mengakui pelaksanaan program tersebut belum optimal. Dari sekitar 1,7 juta penduduk Kabupaten Kediri, baru sebagian kecil yang memanfaatkan layanan tersebut.
“Sampai akhir tahun lalu memang belum maksimal, masih di kisaran 20 persen. Padahal sasarannya semua kelompok usia, dari bayi hingga lansia,” katanya.
Ia menilai rendahnya capaian tersebut salah satunya dipengaruhi oleh pola pikir masyarakat yang masih enggan memeriksakan kesehatan jika tidak merasa sakit.
“Masih banyak yang berpikir kalau tidak sakit tidak perlu ke fasilitas kesehatan. Ini yang harus diubah, karena CKG itu untuk pencegahan, bukan menunggu sakit,” jelasnya.
Di sisi lain, sektor pendidikan mulai merasakan manfaat program ini. Kepala SMPN 2 Pare, Niam Isbat Futhona, menyebut cek kesehatan gratis membantu mendeteksi kondisi kesehatan siswa sejak dini.
“Ini sangat baik untuk anak-anak. Kami berharap kegiatan ini bisa rutin dan terjadwal, sehingga bisa mendukung terwujudnya generasi sehat ke depan,” ujarnya.
Ia juga berharap program tersebut tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga tenaga pendidik di sekolah.
“Harapannya guru dan tenaga kependidikan juga bisa mendapatkan layanan yang sama,” tambahnya.
Dinas Kesehatan menilai pelaksanaan CKG di lingkungan sekolah menjadi salah satu strategi efektif karena sasaran lebih mudah dijangkau. Namun demikian, peningkatan partisipasi masyarakat secara umum tetap menjadi pekerjaan rumah agar program ini bisa berjalan maksimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....