Dinkes Jombang Lakukan Skrining TBC pada Kelompok Risti
- 30 Apr 2026 17:45 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang melakukan skrining aktif Tuberkulosis (TBC) pada kelompok berisiko tinggi (risti) melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) di Desa Jabon sebagai langkah percepatan penemuan kasus di tingkat masyarakat. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 141 peserta dan merupakan bagian dari kerja sama dengan Stop TB Partnership Indonesia (STPI) dalam upaya pengendalian TBC di wilayah kerja Puskesmas Jabon.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jombang, Kusaeri, menyampaikan bahwa skrining aktif menjadi strategi utama dalam menemukan kasus secara lebih cepat, terutama pada kelompok rentan yang memiliki potensi penularan lebih tinggi. “Upaya penemuan kasus tidak bisa hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Kami perlu turun langsung ke lapangan untuk menjangkau kelompok berisiko agar kasus dapat teridentifikasi lebih awal,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
Ia menjelaskan, kelompok risti yang menjadi sasaran meliputi kontak erat penderita TBC, orang dengan HIV, anak dengan kondisi gizi kurang, penderita diabetes, serta individu yang mengalami gejala yang mengarah pada TBC. “Kami memprioritaskan kelompok yang memiliki kerentanan tinggi. Bahkan, mereka yang sebelumnya hasil pemeriksaannya negatif tetapi masih bergejala tetap kami lakukan evaluasi ulang,” katanya.
Menurutnya, pendekatan ini penting untuk memastikan tidak ada kasus yang terlewat, sekaligus memutus rantai penularan di lingkungan masyarakat. “Kalau kasus bisa ditemukan lebih cepat, maka pengobatan juga bisa segera dimulai. Ini menjadi kunci untuk menekan penyebaran TBC,” ujarnya.
Selain fokus pada penemuan kasus, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan cakupan intervensi kesehatan, termasuk pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kelompok kontak erat dan populasi berisiko lainnya. Kusaeri menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi mitra dan masyarakat, menjadi faktor penting dalam memperkuat upaya eliminasi TBC di daerah.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran masyarakat dan dukungan lintas sektor sangat dibutuhkan agar program ini berjalan optimal,” ucapnya.
Melalui kegiatan skrining ini, Dinas Kesehatan Jombang berharap jumlah temuan kasus TBC dapat meningkat secara signifikan, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengejar target eliminasi TBC pada tahun 2030, dengan memperluas jangkauan layanan deteksi dini hingga ke tingkat desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....