Hadapi Pasien ‘Lulusan Google’, Dr. Zainal Tekankan Komunikasi Empati
- 15 Apr 2026 11:24 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Hubungan antara dokter dan pasien di era digital kini menghadapi tantangan baru seiring meningkatnya literasi digital masyarakat. Wakil Rektor 4 Universitas Strada Indonesia, Dr. Zainal Andy Saputra, M.H., menyebutkan bahwa fenomena pasien yang datang membawa hasil riset mandiri dari internet memiliki sisi keuntungan dan kerugian.
Di satu sisi, dokter lebih mudah menjelaskan kondisi medis kepada pasien yang sudah memiliki gambaran awal tentang penyakitnya. “Namun, di sisi lain, informasi dari internet bisa memicu sengketa medik jika pasien merasa lebih paham dibandingkan tenaga kesehatan,” ucapnya.
Dr. Zainal mengingatkan bahwa self-diagnosis yang berlebihan dapat mengaburkan objektivitas medis dan memicu ketidakpercayaan terhadap diagnosis profesional. Oleh karena itu, para tenaga kesehatan dituntut untuk terus belajar meningkatkan teknik komunikasi efektif dan menunjukkan empati yang tinggi agar tidak terjadi perselisihan.
Dari perspektif hukum, Ia mendorong adanya langkah advokasi yang lebih kuat kepada pemangku kepentingan seperti Kominfo. Ia berpendapat perlu adanya kebijakan yang mengatur konten kesehatan di media sosial agar misinformasi tidak terus menyebar.
“Kita perlu buat sebuah regulasi berupa perangkat lunak (software) kebijakan maupun dalambentuk hardware berupa sarana prasarana dan pendanaan diperlukan untuk menyaring konten-konten yang menyesatkan masyarakat dan merugikan dunia kesehatan,” katanya dalam sesi dialog interaktif bersam RRI, Rabu, 15 April 2026.
Dr. Zainal juga memperingatkan masyarakat agar tidak mudah termakan omongan figur publik atau influencer yang tidak berkompeten di bidang medis. "Jangan percaya seratus persen, apalagi untuk penyakit berat atau metabolik seperti diabetes, ginjal. Jangan sekali-kali mendiagnosis sendiri hanya berdasarkan testimoni orang yang dianggap terpercaya namun tidak memiliki latar belakang nakes," katanya.
Ia berpesan agar masyarakat tetap mengandalkan nakes atau akun resmi kesehatan untuk mendapatkan edukasi. Literasi kesehatan yang baik adalah ketika masyarakat tahu kapan harus berhenti membaca internet dan segera berkonsultasi secara tatap muka. Komunikasi dua arah yang sehat antara dokter dan pasien tetap menjadi kunci utama dalam proses penyembuhan yang aman dan sesuai dengan koridor hukum kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....